Indonesia Miskin Literasi

Indonesia Miskin Literasi

Bismillah wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man tabi’ah ilaa yaumil qiyamah, amma ba’du

Suatu hari terjadi perbincangan antara para penjual online tentang review buruk dari seorang pembeli. “Padahal udah jelas saya cantumkan keterangan di deskripsi produk, ehh dikirim malah marah-marah gara-gara gak sesuai gambar warnanya” ujar seorang penjual online yang merasa kecewa, “Kalo saya malah marah-marah sama saya pembelinya, bahkan menghina saya habis-habisan, ada yang bilang ‘toko penipu! saya sempat heran kok hp datangnya gk pake dus, ehh bener aja pas saya ces gak bisa masuk, dinyalakan juga gak bisa’ ada juga yang bilang ‘dinyalain gak bisa di ces juga gak masuk, dasar penipuu!!’” ujar penjual lain, padahal tertulis jelas keterangannya di deskripsi bahwa itu hp dummy alias buat pajangan, dan harganya pun gk masuk akal untuk barangnya, Iphone Xs mana mungkin dijual 120rb rupiah, masih ada aja pembeli yang tidak terima kenyataan bahwa mereka mendapatkan hp dummy dengan alasan mereka “TIDAK MEMBACA DESKRIPSI” hanya tertarik dengan gambar yang ada. Bahkan saya sendiri pernah mendapatkan pembeli yang meminta retur (mengembalikan uangnya) dan barang ke saya, dikarenakan apa? Karena dia pikir barang yang diterima seperti digambar dalam bentuk dus dan yang datang bentuknya pack bukan dus, dia gak terima, dengan alasan itu digambar kan bentuknya dus an, bukan pack an, seandainya dia slide ke gambar setelahnya dan membaca sedikit deskripsi, niscaya kekecewaan itu tidak akan terjadi, miskin budaya membaca.

Bahkan yang membaca tulisan ini sampai sini saja, hanya sedikit sekali. Tak jarang kita diminta untuk menandatangani sebuah surat perjanjian atau pernyataan, yang kita cari langsung ke tempat tanda tangan tanpa membaca point-point dalam surat itu secara utuh

Baca Juga : Tak Ada Kata Terlambat

Patut disayangkan negeri kita tercinta ini banyak sekali yang malas membaca, banyak yang menyimpulkan hanya dari gambar yang ada, dan mirisnya lagi dengan kemiskinan literasi kita, banyak yang senang sekali mengutarakan pendapatnya dengan egois, hanya karena dia merasa dirinya benar padahal dia tidak mempunyai dasar yang kuat akan hal itu.

Banyak pemuda sekarang yang sudah aktif membaca, tapi sayang apa yang dibaca adalah cerita fiktif yang fiksi menjadikan khayalan adalah kehidupan atau hanya sekedar hiburan belaka membuang waktu bukan menambah ilmu.

Bosan, ya itulah mirisnya kita. Padahal masa-masa keemasan islam adalah masa literasi terbaik ummat ini, yang muda terus membaca dan belajar, yang senior sudah berkarya, bosan? Tidak mungkin karena dulu gak ada game online, dulu gak ada film drama atau film aksi, kehidupan mereka adalah kehidupan nyata, dan untuk mendapatkan skill dalam kehidupan nyata harus lah dengan belajar dan membaca serta terus berlatih dan mencari pengalaman

Tahu siapa bangsa tercerdas hari ini? Jawabannya adalah bangsa Yahudi. Benci bukan kita dengan orang-orang yahudi?, mereka menjajah kaum muslimin di palestina, bahkan banyak konspirasi yang mereka lakukan, kita bisa menghina bahkan membenci mereka, namun lihat dulu mengapa mereka menjadi ras yang cerdas di muka bumi

Karena dari umur 5 tahun saja, seorang ayah dari bangsa yahudi bertanggungjawab untuk membimbing anaknya membaca 5 kitab musa, mulai beranjak remaja, anak seorang yahudi sudah harus menyelesaikan bacaan dan kritisnya terhadap 5 kitab musa tersebut, dilanjutkan di umur mereka yang ke 13 mereka diajarkan untuk mempelajari komentar-komentar (tafsir) kitab suci Bersama para rabbi terpercaya, kitab yang dipelajari banyak mulai dari Talmudz, komentari pertama atau midrash kemudian komentari  kedua atau mishnas, hingga mereka beranjak dewasa, mereka sudah memahami isi kitab mereka, lalu mereka lanjutkan dengan membaca kita talmudz yerussalem, setelah selesai semua, mereka masuk ke jenjang perkuliahan mempelajari ilmu ekonomi, ilmu filsafat, ilmu astronomi, ilmu biologi, sosial dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya

Kemudian saat hendak menikah, setiap calon suami dan istri harus menamatkan kitab torah dan talmudz baru boleh menikah, bahkan setelah menikah pun mereka harus terus membaca torah dan talmudz hingga mereka mencapai umur 40 tahun. Mereka mulai mempelajari mistisme yahudi (kaballah) jika mereka berhasil dalam 5 sampai 10 tahun maka mereka menjadi rabbi, jika tidak mereka harus mengajarkan point-point sebelumnya kepada anak-anak mereka

Mereka diajarkan untuk membaca dan terus membaca hingga mereka dewasa bahkan hingga  masuk usia senja

Baca Juga : Tafsir Surat Al Ashr

Lalu kita yang seperti ini, baca saja enggan apalagi untuk menjadi lebih baik dari mereka? Dan yang lucunya lagi ada dari kita yang bisa berkomentar tentang ilmu-ilmu fisika, kimia, matematika bahwa semuanya tidak akan ditanya di akhirat, jadi tidak perlu dipelajari.

Lucu dan ironi, mengapa? Ilmu kedokteran banyak dipelopori oleh ilmuan muslim seperti al farabi, al biruni dan lainnya, ilmu matematika sendiri dipelopori oleh Muhammad bin Musa al Khawarizmi, dan banyak disiplin ilmu lain yang mana muslim lah yang mempeloporinya, dan guru-guru masa itu, benar-benar lengkap keilmuannya, satu guru bisa menguasai lebih dari 5 disiplin ilmu, seperti guru dari sultan Muhammad bin Murad al Fatih yaitu Syaikh Ahmad al Kurani, Syaikh Aaq Syamsuddin yang memiliki kecakapan dalam ilmu alquran, ilmu fiqh dan aqidah serta ilmu matematika dan ilmu astronomi serta sejarah, serta ilmu sosial dan politik, karena apa? Karena mereka adalah sahabat buku-buku dan amat sangat mencintai ilmu pengetahuan

Berbeda dengan keadaan sekarang, anak berumur 4 tahun saja sudah pandai menggunakan gadget, akhirnya konsentrasinya terganggu dan menurunya sikap membaca, karena 70 persen yang tampil di gadget itu adalah video dan foto, akhirnya sampai mereka besar lebih senang dengan gambar daripada membaca, dan menjadikan bermain gadget adalah hal yang penting, dan belajar adalah hal yang toxic serta membosankan itu adalah mindset yang sudah tercipta dibawah alam sadar kita dikarenakan kita tidak terbiasa untuk membaca dan belajar

Padahal Bill Gates dan Steve Jobs, dua punggawa teknologi dunia berketurunan yahudi, melarang anak-anak mereka menggunakan gadget sebelum umur 14 tahun, karena apa? Karena mereka berharap anak keturunannya adalah mereka yang cerdas dan kaya literasi yang tidak mudah dibohongi

Allah ﷻ mengajarkan ummat manusia untuk membaca, dan terus belajar, maka dari itu firman pertamanya kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

QS. Al Alaq 1

Meski nabi kita dari kalangan ummiy (buta huruf) dengan hikmah bahwa nabi kita bukanlah pembohong, bagaimana beliau bisa berbohong sedang membaca dan menulis saja beliau tidak bisa. Akan tetapi beliau menekankan ummatnya untuk belajar dan membaca

Dalam sabda beliau ﷺ yang masyhur

طَلَبُ العِلمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ وَ مُسلِمَةٍ

”Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim maupun muslimah”

HR. Ibnu Majah  224

Mari banyak membaca agar terbuka cakrawala keilmuan kita dan banyak lah belajar agar semakin kuat iman kita

Washallallahu ‘alaa nabiyyinaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalah

Bekasi, Senin 23 Syawwal 1441H / 15 Juni 2020

Thariq Aziz Alahwadzy

Daftar Pustaka :

  1. Alqur’an al karim
  2. Kitab Hadits Elektronik
  3. Goofly, seorang Yahudi keturunan Indo-Jerman

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Sam D. berkata:

    Many of your competitors are sitting at home and doing nothing.

    Its perfect time to plan your marketing strategy. You have created good website but your site will not in Google until content and images are optimized correctly. We need to optimize your website for search engines and make it search engine friendly.

    I have analyzed your site in-depth and you can view your website audit report at

    https://businesspromoted.websiteauditserver.com/sunnahcorner.com

    Your website is the reflection of your business. Without optimizing your website for search engines, you will not get any traction from any digital marketing channels such as Facebook, Google, LinkedIn, etc.

    We can fix all these issues and run successful backlink building campaign for a monthly fee of $500.

    Please let me know a good time and phone number to reach out to you and we will discuss plan of action. I will also include discount coupon and show you how to replicate competitor’s online marketing strategy.

    Looking forward to working with you.

    Adam P.
    Business Development Manager
    Business Promoted

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: