Kiat Istiqomah Dalam Beragama

istiqomah dengan benar

Daftar Isi

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah wa ‘alaa aalihi wa man saara ‘alaa nahjihi ila yaumi liqoo’i rabbihi amma ba’du

Kita terlahir dimasa kebenaran adalah hal yang aneh dimata kebanyakan manusia, bahkan yang anehnya lagi Islam yang dulu pernah diajarkan Baginda Rasulullah ﷺ menjadi aneh dikalangan kaum muslimin sendiri,

Kita ambil contoh, seorang wanita muslimah yang menggunakan hijab syar’i sebagaimana yang Rasulullah ajarkan kepada para wanita dimasa beliau, sekarang menjadi hal yang aneh dimata masyarakat, bahkan di banyak daerah di Indonesia negeri kita yang indah ini, negeri dengan mayoritas kaum muslimin melihat wanita bercadar sebagai hal yang aneh, yang lebih mirisnya mereka dianggap salah satu dari sekian banyak wanita yang mengikuti kajian ekstrim paham khilafah, atau aliran jihad yang suka membunuh, atau pengajian sesat lainnya, wallahul musta’an

Banyak yang bilang, “beragama tuh biasa aja gak usah berlebihan”, perkataan ini betul jika sesuai dengan apa yang Allah firmankan

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu” QS. Al Baqoroh 143

Allah jalla wa ‘ala jadikan ummat ini ummat pertengahan, kita diajarkan untuk menjadi ummat yang ‘biasa’ saja dalam beribadah tidak menjadi ummat yang berlebihan dalam beribadah karena Rasulullah ﷺ  bersabda

إِنَّ هَذَا الدينَ يُسرٌ وَ لَا يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبهُ

“Sesungguhnya Agama ini mudah maka tidaklah seseorang yang mempersulit diri dalam beragama kecuali akan kalah (gagal)” HR. Annasaa’i 5034

dan juga tidak boleh meremehkan perkara dalam beribadah, maka kita sebagai seorang muslim harus bisa menjalankan islam dengan ‘biasa’ aja tidak berlebihan dan tidak juga meremehkan

Kiat Istiqomah dalam Beragama

Istiqomah dalam menjadi seorang muslim yang ‘biasa’ aja gak mudah ternyata, saat ingin melakukan kebaikan banyak yang mencibir, saat hendak menjadi baik dilingkungan yang tidak mengharapkan kebaikan kecuali senang-senang, adalah hal yang sulit untuk menjadi seorang yang shalih padahal temennya enjoy enjoy aja dalam tawa dan dosa, takut namun tertarik pada maksiat yang menyenangkan

Saudaraku, jika engkau mengalami kesulitan untuk menjadi shalih karena dunia sekarang berbeda dengan yang ada dikisah para nabi, jangan khawatir, engkau sekarang membaca tulisan yang tepat in Syaa Allah, coba kita lakukan beberapa tips berikut agar kita bisa terus berada diatas kebenaran hingga kita menemui Rabb subhaanahu wa ta’ala

Berdoa

Sungguh benar, doa adalah seorang muslim, owh iya kalo dalam perang kita ketemu musuh apa yang akan kita tunjukan dan andalkan pertama ? apakah karate kita ? atau pukulan maut kita ? atau tendangan tinggi atau malah ngadu mulut dulu ? hehehe, jelas senjata dalam medan perang adalah hal yang pertama diandalkan, begitu juga doa, ini senjata yang pertama kali kita andalkan. Kita senantiasa bersujud kepada Allah dimanapun kita berada dan kapanpun, jangan pernah tinggalkan shalat, shalat lima waktu, seburuk apapun kita, karena disana kita memohon hidayah dan istiqomah setidaknya 17 kali dalam sehari

setiap shalat kita membaca ini bukan ?

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ – ٦

Tunjukilah kami jalan yang lurus Qs. al Fatihah 6

kita selalu meminta kepada Allah agar ditunjukan jalan yang lurus, ingat ini doa yang selalu kita panjatkan di shalat kita, maka jangan sekali-kali tinggalkan shalat, karena meskipun kita tidak berada dijalan yang lurus saat ini, kita terus berusaha meminta untuk diarahkan kejalan yang benar dan ditetapkan diatasnya hingga akhir nanti

Sudah semangat untuk menjadi baik, tapi tiba-tiba berhenti atau bosen ditengah jalan, coba baca doa ini

اللّهمَّ مُصَرِّفَ القُلوُب صَرِّف قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Yaa Allah yang maha merubah hati setiap insan, arahkanlah hati kami dalam ketaatan kepadaMu”

Baca Juga : Pentingnya Niat

Cari Sahabat Yang Baik

Karena bersama sahabat dan lingkungan yang baik akan terlahir budi pekerti yang luhur dari setiap insan, contoh konkritnya yaa,

Jika kita tinggal di Tokyo, Jepang dengan tingkat kedisiplinan tinggi dalam lalu lintas akan berhenti di tempat khusus saat berkendara dan lampu lalu lintas menunjukan isyarat berhenti, maka akan timbul rasa disiplin jika kita hidup dan berkendara di jalan yang sama dengan mereka, jika kita bersama dengan mereka hingga bertahun-tahun lalu kita kembali ke Jakarta apa yang kita rasakan saat berada di lampu merah ?. Itu salah satu contoh pentingnya lingkungan yang baik dan sahabat yang shalih yang mendukung kita dalam kebaikan,

Rasulullah ﷺ  sudah memberikan wejangannya kepada kita

المَرءُ عَلَى دِينِ خَليلِهِ فَليَنظُر إلَى مَن يُخَالِلْ

“Seseorang berada diatas jalan hidup sahabatnya, maka hendaklah kau lihat dengan siapa kau bersahabat” HR. Ahmad 8028

Carilah sahabat yang shalih dan jangan pernah melepaskannya, jika ada masalah maka carilah jalan keluarnya, karena sahabat yang baik adalah mereka yang bisa membantu temannya agar tidak terjatuh dalam kecelakaan, terjatuh dalam kehinaan di akhirat kelak, bersabar dan teruslah bersama mereka, Allah jalla wa ‘alaa berfirman

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا – ٢٨

Dan bersabarlah engkau bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.” QS. al Kahfi 28

Teruslah Berusaha Untuk Kembali Menuju Kebaikan Saat Melakukan Kesalahan

Yang terakhir, kita harus ketahui, istiqomah bukanlah berarti kita selalu berada diatas kebaikan, akan tetapi terkadang kita tergelincir, itu adalah kepastian, maka hendaknya kita selalu menjaga doa kita, dan bersama sahabat yang baik, dan selalu bertaubat serta berusaha untuk melakukan amalan yang baik karena kebaikan itu menghapuskan kesalahan

اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan” Qs. Hud 114

Bahkan orang-orang yang Allah jalla wa ‘alaa janjikan surga bagi mereka juga terkadang melakukan kesalahan, namun mereka segera mengingat Allah dan kembali kepadaNya dengan taubat

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ – ١٣٥

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui” Qs. Ali Imran 135

Jika jiwa kita sedang lemah, maka nikmatilah karunia Allah pada kita, bersenang-senanglah dalam batas yang dibolehkan, karena Allah berikan kita bumi yang luas maka jelajahilah dan dapatkan pelajaran darinya

Baca Juga : Istighfar Kunci Kebaikan

Kemudian kita kembali kepada kebaikan dan jangan sampai kita berpaling dari final destination kita yaitu surgaNya yang dijanjikan

اللّهُمَّ اجعَلنَا هُداةً مُهتَدِين

Yaa Allah jadikanlah kami orang-orang yang mengajak kepada hidayah dan diatas hidayah itu”

Washallallahu a’laa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa man saara ‘alaa hadyihi ila yaumi liqaa’i rabbihi, wa aakhiru da’wanaa an alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin

Thariq Aziz al Ahwadzy

Bekasi, 30 Juni 2020 / 8 Dzul Qo’dah 1441H

Daftar Pustaka

  1. Al Qur’an Al Karim
  2. Kitab Sunan an Nasaa’i
  3. Musnad Imam Ahmad
  4. Disarikan dari kajian Ustadz Firanda Andirja MA. Hafidzahullah

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Juli 1, 2020

    […] Baca Juga : Kiat Istiqomah Dalam Beragama […]

  2. Juli 7, 2020

    […] Baca Juga : Kiat Istiqomah Dalam Beragama […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: