Nahwu Pertemuan Pertama (Apa itu ilmu nahwu)

belajar nahwu

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Bismillah walhamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man saara ‘alaa nahjihi wa tamassaka bisunnatihi ilaa yaumi liqoo’il llahi, amma ba’du,

Ilmu nahwu adalah cabang dari pembahasan ilmu bahasa arab, pembahasan ilmu nahwu di tulisan ini merujuk dari kitab Mulakkhas Qawaa’idil Lughah al Arabiyah karya Sayyid Fu’ad Ni’mah, yang menjadi kitab rujukan yang banyak dipakai di lembaga-lembaga pendidikan bahasa arab di dunia

Ilmu nahwu sendiri dapat dibilang ilmu yang baru di dalam bahasa arab, karena sebelumnya orang-orang sudah memahami betul kaidah-kaidah bahasa arab tanpa mempelajari ilmu nahwu, namun ilmu nahwu mulai dibutuhkan karena banyaknya penutur bahasa arab yang melakukan Lahn (kesalahan) gramatikal dalam berbahasa, dan hal itu biasanya terjadi dikalangan musta’ribah (A’jam yang bermukim di wilayah arab hingga memiliki keturunan disana), hamba sahaya, dan orang-orang lemah pendidikan tentang gramatikal bahasa arab

Hal ini amatlah berbahaya, karena jika gramatikal bahasa arab tidak difahami dan diaplikasikan secara benar maka bisa-bisa akan ada kesalahpahaman yang kompleks terhadap islam yang datang dengan Alqur’an yang berbahasa arab fasih dan dibawa oleh nabi Muhammad ﷺ dengan lisan arab yang fasih sebagaimana firman Allah ﷻ

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ – ٢

“Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti” Qs. Yusuf 2

Ilmu Nahwu digagas oleh seorang Cendikiawan Muslim yang bernama Abu al Aswad ad Du’ali rahimahullahu ta’ala dan sahabat mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dan mulai tersebar dari tanah irak tempat bermukimnya Abu al Aswad ad Du’ali

Ilmu nahwu ini amat penting dipelajari, karena jika ilmu ini tidak dikuasai oleh seorang muslim, maka sulit baginya memahami konteks al Qur’an dan as Sunnah serta Atsar lainnya

Dengan memohon Taufik dari Allah ﷻ agar dimudahkan penulisan rangkuman singkat ilmu nahwu ini, semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi para pembaca sekalian

Washallallahu ‘alaa nabiyyinaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam

Bekasi, 11 Januari 2020/ 16 Jumadal ula 1441H

Thariq Aziz al Ahwadzy

Pelajaran I

(Pengenalan Ilmu Nahwu)

Apa itu Nahwu ?

Nahwu adalah Kaidah-kaidah bahasa arab yang dengannya diketahui tugas setiap kata dalam kalimat dan harakat akhir setiap kata serta cara i’rabnya

Dalam bahasa arab, ada tiga bagian inti yaitu Isim, Fi’il, Huruf

  1. Isim : Isim adalah setiap kata yang menunjukan makna manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, waktu, tempat, sifat, dan makna yang terpisah dari waktu Ciri-ciri isim :
    1. Dapat ditanwin (كِتَابٌ كَريمٌ – قَلَمٌ جَدِيدٌ – رَجُلٌ جَمِيلٌ)
    2. Dapat dimasuki Alif Lam (الكِتَابُ – القَلَمُ – الرَجُلُ)
    3. Dapat dimasuki huruf nidaa’ (يَاأَحمَدُ – يَاأَيُّهَا النَّاسُ – يَا رَجُلَ)
    4. Dapat di jer kan dengan Idhofah atau huruf jar (فِي الكِتَابِ – بالقَلَمِ – بَيتُ الرَجُلِ)
    5. Dapat diberikan Khabar padanya (الكِتَابُ مُفِيدٌ – القَلَمُ جَدِيدٌ – البَيتُ كَبِير
  2. Fi’il : Fi’il adalah setiap kata yang menunjukan terjadinya sebuah kejadian atau perbuatan pada waktu tertentu Ciri-ciri Fi’il :
    1. Dapat dimasuki Ta’ Fa’il(كَتَبتُ – فَعَلتُ – رَجَعتُ)
    2. Dapat dimasuki Ta’ Ta’nits(كَتَبتْ – فَعَلَتْ – رَجَعَتْ)
    3. Dapat dimasuki Yaa Mukhatabah(تَكَتُبينْ – تَفَعَلِينَ – تَرجِعِينَ)
    4. Dapat dimasuki Nun Tawkid(تَفَعَلَنَّ – اِرجِعَنَّ)
    Fi’il dibagi menjadi tiga berdasar waktu terjadinya
    1. Fi’il Madhi yaitu Setiap kata yang menunjukan terjadinya sesuatu pada waktu lampau (Sebelum dibicarakan) (كَتَبَ – فَعَلَ – رَجَعَ)
    2. Fi’il Mudhari’ yaitu Setiap kata yang menunjukan terjadinya sesuatu pada waktu dibicarakan atau yang akan datang (setelah dibicarakan) (يَكتُبُ – يَفَعَلُ – يَرْجِعُ)
    3. Fi’il Amr yaitu Setiap kata yang meminta terjadinya sesuatu setelah dibicarakan (Perintah) (اُكتُبْ –افْعَلْ – ارْجِعْ)
  3. Huruf : Huruf adalah kata yang tidak sempurna maknanya jika berdiri sendiri (Kata sambung)

Bahasa Arab terdiri dari beberapa susunan kalimat, yang menjadi dasar didalamnya

Jumlah Mufidah (Kalimat Sempurna)

Jumlah Mufidah adalah Susunan kalimat yang terdiri dari dua kata atau lebih, yang memberikan makna yang sempurna

Jumlah Mufidah dibagi menjadi dua berdasarkan kata penyusunnya

  1. Jumlah Ismiyyah yaitu jumlah mufidah yang dimulai dengan isim atau dhamir (Mubtada’ dan Khabar)
  2. Jumlah Fi’liyyah yaitu jumlah mufidah yang dimulai dengan fi’il (Fi’il dan Fa’il)

Syibhu Jumlah (Kalimat Tidak Sempurna)

Syibhu Jumlah adalah susunan kalimat yang tidak sempurna, yang terdiri dari

  1. Huruf Jar dan Majrur
  2. Dzharaf dan Mudhaf Ilaihi

====Akhir Materi====

Untuk Menguji Tingkat Pemahamanmu, silahkan ikuti tes berikut tanpa membuka lagi halaman ini, jawab sesuai dengan apa yang kamu ketahui (Klik Gambar)

Klik Gambar Untuk Mengisi Pertanyaan Uji Kompetensi

Untuk Kritik dan Saran atau Pertanyaan, silahkan isi dikolom komentar

–Syukran Baarakallahu fiikum–

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: