Nahwu Pertemuan Kedua (Dasar-Dasar Ilmu Nahwu)

belajar nahwu

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Bismillah walhamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man saara ‘alaa nahjihi wa tamassaka bisunnatihi ilaa yaumi liqoo’il llahi, amma ba’du,

Setelah kita memahami pelajaran pertama, dengan izin Allah kita akan menyelasaikan pelajaran kedua ini. Jangan lelah dulu, ini baru permulaan.

Pada pelajaran pertama kita mengenal apa itu nahwu, siapa pendirinya dan apa kegunaannya. Di pelajaran kedua ini, kita akan membahas secara ringkas apa itu isim yang dilihat dari bentuknya, ada Mabni dan ada Mu’rab, langsung aja kita ke materi, dan jangan lupa membaca doa sebelum belajar

Pelajaran II

(Mengenal Isim Dari Bentuknya)

Apa itu isim?

Pada pelajaran sebelumnya telah kita fahami bersama tentang apa itu isim, lupa?

Baik kita ulangi bersama agar semakin mantap,

Isim : Isim adalah setiap kata yang menunjukan makna manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, waktu, tempat, sifat, dan makna yang terpisah dari waktu

Sudah ingat? Ok, kita lanjut pembahasannya

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, tentang definisi isim. Dikarenakan isim mencakup banyak aspek baik kata benda, kata kerja hingga sifat, maka pembahasan tentang isim didahulukan dalam kitab Mulakkhas Qawaa’idil Lughah al Arabiyah oleh sang penulis

Isim Dibagi Sesuai Sentuknya

Isim dibagi menjadi dua bagian besar jika dilihat dari bentuknya

  1. Isim dibagi menjadi dua bagian besar jika dilihat dari bentuknya
    1. Isim Mabni : Isim Mabni adalah isim yang tidak berubah akhirannya (tetap) walaupun berubah keadaan dan posisinya dalam kalimat Contoh :
    إِنَّ هَذَا الكِتَابَ  harokat هَذَا tidaklah berubah, dia tetap meski sebelumnya ada huruf nashab, dalam keadaan Majrur dan Marfu’ pun sama keadaannya tetap dan tidaklah berubah, contoh فِي هَذَا الكِتَابِ  dan هَذَا الكِتَابُ   sama, tidak ada perubahan bentuk maupun harokat
    Isim Mabni ada delapan :
    • Dhomir (هُوَ, أَنتَ, نَحنُ, إِيَّاهُ, إِيَّكَ, إيّاَنَا)
    • Isim Isyarah (هَذَا, هَذِهِ, ذَلِكَ, تِلكَ)
    • Isim Maushul (الَّذِي, الَّتِي)
    • Isim Syarat (مَنْ, أَنَّىو كَيفَمَا, أَيَّ)
    • Asmaa’ Istifham (مَاذَا, لِمَاذَا, كَم, كَيفَ)
    • Asmaa’ Af’aal (اّمين, مَه, سُف)
    • Ba’dhu Dzhuruf (تَحتَ, فَوقَ, وَرَاء)
    • al A’daad al Murakkabah (العدد من 11-19)
    In Syaa Allah akan dibahas pada bab terkhusus pada tulisan mendatang
    1. Isim Mu’rab : Isim Mu’rab adalah isim yang berubah akhirannya mengikuti keadaan dan posisinya dalam kalimat Contoh :
    القَلَمُ جَدِيدٌ dalam keadaan Marfu’ (Dhammah) berbeda saat dalam keadaan Majrur بِالقَلَمِ جَدِيدٍ dan Manshub إِنَّ القَلَمَ جَدِيداً inilah isim mu’rab yang bisa berubah harokat akhirnya sesuai keadaan dan posisinya di dalam sebuah Jumlah

Isim Mu’rab adalah semua isim yang tidak termasuk isim mabni.

Harakat Isim Mu’rab ada 3

  • Marfu’ ( ُ )
  • Manshub ( ََُ  )
  • Majrur ( ِ  )

Itu gambaran singkat tentang isim yang dibagi menurut bentuk atau pembangunnya

Untuk pertanyaan lebih lanjut, silahkan tulis dikolom komentar

===Akhir Materi===

Sebelum kita lanjutkan ke materi ke tiga, seyogyanya kita memahami betul materi pertama dan kedua ini, agar kita tidak kesulitan memahami materi setelahnya

Untuk menguji tingkat pemahaman kita, silahkan klik gambar dibawah untuk mengerjakan soal-soal tentang materi kedua ini, dan pastikan tidak melihat lagi halaman ini yaa, agar kita bisa menilai tingkat pemahaman kita

–Syukran Baarakallahu fiikum–

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: