Sejarah Bangsa Arab Sebelum Kenabian 2 (Sirah Nabawiyyah)

Sejarah Bangsa Arab Sebelum Kenabian 2 Makkah

Sejarah Bangsa Arab

السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

Bismillah walhamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, amma ba’du

Pada permulaan pembahasan tentang sirah nabawiyyah di menjadimuslim.com, kami akan paparkan kelanjutan dari pembahasan pertama Sejarah Bangsa Arab Sebelum Kenabian (Sirah Nabawiyyah) yang mengupas sekelumit eksistensi bangsa arab sebelum kenabian turun, dipembahasan ini kita akan membahas tentang bapak para nabi, kakek dari kakek nabi kita Muhammad ﷺ yaitu nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam dan putranya Ismail ‘alaihissalam serta asal mula peradaban di kota Makkah

Tulisan ini adalah ringkasan dari kitab ar Rahiiqul Makhtum karangan syaikh Shafiyyurahman al Mubarkafuri Rahimahullahu ta’ala sebagai acuan yang dapat dipercaya

Bangsa Arab Musta’ribah dan Nenek Moyang Mereka Nabi Ibrahim ‘alahissalam

Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

(BAB II)

            Setelah kita bahas dan paparkan sekelumit informasi tentang asal usul bangsa arab modern dan kabilah-kabilah besar mereka serta posisi mereka secara geografis, kita akan lebih memperdalam pembahasan kita dengan induk kabilah dimana nabi ‘alaihisshalaatu wassalaam berasal, yaitu keturunan nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam yang dikenal dengan arab musta’ribah

BAGIAN PERTAMA

Kisah Pernikahan Ibrahim ‘alaihissalam dengan Hajar

           Sebagaimana telah kita ketahui bahwasanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berasal dari daratan iraq dari kota ‘Ur tepi barat sungai Eufrat, kemudian beliau hijrah bersama istrinya menuju Harran setelah itu menuju palestina dan menjadikannya sebagai markas dakwah beliau. Beliau banyak melakukan perjalanan ke pelosok negeri ini dan selainnya. Beliau pernah sekali mengunjungi mesir, bahkan Fir’aun (penguasa mesir kala itu) berupaya memperdaya dan berniat buruk terhadap istri beliau , Sarah. Namun Allah membalas tipu dayanya dan menjadikannya senjata makan tuan. Maka tersadarlah Fir’aun betapa kedekatakan Sarah dengan hubungan Sarah dengan Allah hingga akhirnya Fir’aun menghadiahkan anaknya Hajar kepada Sarah sebagai budaknya sebagai pengakuannya tentang keutamaan Sarah tersebut, kemudian Sarah menikahkan budaknya itu kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam karena beliau belum mendapat keturunan dari jalur Sarah. Buah dari pernikahan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan Hajar adalah lahirnya seorang putra yang didambakan, Ismail bin Ibrahim yang membuat api cemburu membara di hati Sarah, akhirnya nabi Ibrahim membawa Hajar dan Ismail yang masih kecil atas perintah Allah ke gurun yang tandus, di bumi Allah yang diberkahi, di lembah yang tiada mata air dan pepohonan sekitarnya, tempat dimana baitullah al Haram akan dibangun disana, Hajar dan anaknya ditinggal tepat diatas calon mata air Zam Zam memancar didalam sebuah tenda yang dibangunkan untuknya dan bekal seadanya dari nabi Ibrahim ‘alaihissalam sekantong kulit yang berisi air dan kurma, setelah itu Ibrahim ‘alaihissalam kembali ke palestina. Beberapa hari kemudian bekal yang dititipkan itu mulai menipis hingga terjadi apa yang terjadi dari mukjizat pertama Nabiyullah Ismail ‘alaihissalam yaitu munculnya mata air Zam Zam yang kisah terjadinya telah masyhur diceritakan dan in Syaa Allah akan saya ceritakan di lain tulisan di blog ini.


BAGIAN KEDUA

Kedatangan Kabilah Jurhum di Tanah Haram

Setelah kejadian munculnya sumur Zam Zam yang memancar, kabilah Jurhum meminta izin kepada siti Hajar ibu Ismail untuk bermukim di tanah tersebut, maka jadilah tanah haram rumah bagi kabilah tersebut.

Dari waktu  ke waktu, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengunjungi keluarganya yang ditinggalkan, secara rutin namun tidak dapat dipastikan berapa kalinya kunjungan tersebut, namun secara pasti, al Qur’an menceritakan tentang kisah penyembelihan Ismail diumurnya yang masih belia, sebelum kelahiran Ishaq dari siti Sarah, karena umur Ismail dan Ishaq terpaut 13 Tahun dan kisah penyembelihan ini diceritakan sebelum kisah kelahiran Ishaq ‘alaihissalam, ini adalah satu kunjungan nabi Ibrahim saat Ismail masih kecil dan tiga kujungan lainnya disampaikan dalam sebuah hadits Shahih dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma secara marfu’ oleh imam al Bukhari dimana kunjungan itu terjadi setelah Ismail ‘alaihissalam beranjak dewasa

Nabi Ismai’il ‘alaihissalam menikah dengan seorang dari putri kabilah jurhum, kabilah jurhum tertarik kepada Ismail karena kecakapannya berbahasa arab dan akhlaknya yang mulia. Kala itu nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengunjunginya namun Ismail sedang pergi berburu, kemudian nabi  Ibrahim hanya bertemu dengan istrinya Ismail, lalu beliau bertanya kepada istrinya Ismail perihal suaminya, keluarga dan kehidupannya, tidak ada yang diceritakan oleh wanita tersebut kecuali keburukan, kekurangan dan kesulitan hidupnya, maka nabi Ibrahim ‘alaihissalam menitipkan pesan untuk Ismail agar mengganti daun pintunya, yakni menceraikan istrinya dan menikah dengan wanita yang lebih baik

Kemudian nabi Ibrahim ‘alahissalam datang lagi ke makkah kemudian menuju rumah anaknya Ismail ‘alaihissalam yang ternyata nabi Isma’il sedang pergi berburu sehingga ayahnya tidak berhasil menemuinya lagi, kemudian nabi Ibrahim bertanya-tanya kepada istri barunya Isma’il ‘alaihissalam perihal kehidupannya bersama ismail, tidak ada jawaban yang keluar dari mulut sang istri kecuali kebaikan dan pujian kepada Allah, maka nabi Ibrahim menitipkan pesan kepada menantunya tadi agar Ismail tidak mengganti palang pintunya, yang berarti Nabi Ibrahim meminta agar anaknya tidak menceraikan istrinya dan mempertahankannya

In syaa Allah akan kita lanjutkan di tulisan berikutnya tentang kedatangan nabi Ibrahim ‘alaihissalam bersama istrinya ke Baitullah al Haram dan awal perkembangan kota makkah pada saat itu

Washallallahu ‘alaa nabiyyinaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam


Thariq Aziz Alahwadzy

Pondok Pesantren Nidaul Qur’an Karang, Karangpandan, Karanganyar

08 Sya’ban 1442H

Baca Juga :

Sejarah Bangsa Arab 1

Hukum Merayakan Tahun Baru

Tafsir al Fatihah

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Maret 22, 2021

    […] Sejarah Bangsa Arab 2 […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: