Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Syarah Hadits Arbain ke 7 Agama adalah Nasihat

Reading Time: 5 minutes

Syarah Hadits Arbain ke 7 (Agama adalah Nasihat)

Disarikan dari Syarah al Arba’in an Nawawiyah Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin


Bismillahi wal hamdulillah, wasshalaatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalah, amma ba’du

Matan Hadits Ketujuh

Agama adalah Nasihat

“عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: “الدِّينُ النَّصِيحَةُ.” قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: “لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُولِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
Dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus ad Dari (semoga Allah meridhainya) bahwasanya ﷺ  bersabda :
“Agama adalah Nasihat“, kamipun bertanya “Untuk siapa wahai Rasulullah?”, Beliau ﷺ menjawab “Untuk Allah, untuk KitabNya, untuk RasulNya dan untuk Para Imam kaum muslimin serta untuk mereka semua”

Takhrij Hadits

Sumber

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad Daari radhiyallahu ‘anhu sahabat Rasulullah ﷺ yang terkenal dengan kisah perjalanannya bertemu Jassaasah dan Dajjal di salah satu pulau yang beliau singgahi

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya di Kitab al Iman hadits ke 103 dan 104 melalui jalur Muhammad bin Abbad al Makki rahimahullahu ta’ala

Sekilas Profil Periwayat Hadits

Sumber

Beliau adalah Tamim bin Aus bin Kharijah bin Sud bin Jadzimah al Lakhmi al Filisthiny terkenal dengan hadits tentang pertemuannya dengan Dajjal dan Jassaasah di suatu pulau terpencil, beliau memiliki Kunyah Abu Ruqoyyah yang dinisbatkan kepada anak perempuannya, beliau masuk islam tahun 9 Hijriah diawal pertemuan beliau bersama utusan dari Bani Dar.

Dahulu ia adalah seorang pendeta Nasrani, ia tinggal di selatan Palestina dan daerah tersebut dikuasai oleh keluarga besarnya dari klan Bani al-Dar (persekutuan suku Bani Lakhm). Kemudian berhijrah ke Madinah setelah bertemu Nabi kemudian memeluk Islam, beliau tetap tinggal di Madinah hingga tragedi pembunuhan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu beliau pindah ke Negeri Syam.

Beliau terkenal sebagai salah seorang sahabat yang memiliki beberapa riwayat hadits, ahli ibadah dan sangat senang membaca al Qur’an. Beliau wafat pada tahun 40 Hijriah semoga Allah meridhainya dan dia ridha kepadaNya, dalam suatu naskah di buku “Corpus Inscriptionum Arabicarum Palaestinae” dikatakan bahwa beliau dimakamkan di kota Bayt Jibrin (sekitar Hebron), sayangnya tempat ini telah dihancurkan oleh Israel pada tahun 1948.

Baca Juga : Wasiat Imam As Syafi’i

Syarah dan Faidah Hadits

Sumber

Agama adalah nasihat yaitu Nasihat adalah Tiang Agama yang mana tanpanya tidak akan tegak agama dengan benar, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (الحجّ عرفة) Haji adalah Arafah yangmana tanpa Wuquf Arafah maka tidak sah haji seseorang.

Kalimat “Nasihat” disini bermakna Ikhlas dan Tulus dalam suatu hal, dalam hadits ini Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Nasihat / Ikhlas kepada Allah, KitabNya, RasulNya dan Para Imam kaum muslimin serta Seluruh kaum muslimin secara umum.

 Makna Ikhlas kepada Allah ﷻ

Ikhlas dalam beribadah kepadaNya dengan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun selainNya serta mentauhidkanNya dalam hal Rububiyyah yaitu Penciptaan dan Pengaturan alam semesta olehNya serta Uluhiyyah yaitu Peribadahan dan Penyembahan kepadaNya serta tidak Mengingkari Asmaul Husna Nya dan Sifat – sifatNya yang sempurna dengan mengimaninya secara hakiki bukan majazi namun tidak menyerupakanNya dengan selainNya, karena Allah ﷻ berfirman

لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ ١١

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”

 Qs. Asy Syura 11

Makna Ikhlas kepada Kitabullah

Dengan membelanya dari orang – orang yang mencela dan mengingkarinya, dan membenarkan secara absolut apa yang datang didalamnya tanpa ada perdebatan padanya karena barangsiapa yang meragukan apa yang ada didalamnya maka dia tidaklah Ikhlas dan Tulus dalam hal ini. Serta diantara makna ikhlas kepada Kitabullah adalah dengan mengikuti segala perintah yang ada didalamnya dan menjauhi segala larangan didalamnya.

Diantara bentuk ikhlas kepada Kitabullah juga dengan mengimani bahwa hukum yang ada didalamnya adalah sebaik – baik hukum dan hukum yang paling sempurna yang pernah ada, serta mengimani dengan absolut bahwa al Qur’an al Karim adalah Kalamullah (Firman Allah) setiap hurufnya dan maknanya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Jibril alaihissalam agar beliau menjadi Pemberi peringatan diturunkan dengan bahasa Arab yang jelas.

Makna Ikhlas kepada Rasulullah ﷺ

Ikhlas kepada Rasulullah ﷺ tidak akan terlaksana kecuali dengan memenuhi beberapa syarat

  1. Mengikutinya dan menjadikannya sebagai Qudwah Hasanah serta tidak mengikuti selainnya dan tidak menjadikan selainnya sebagai Qudwah atau Suri Tauladan
  2. Mengimani secara absolut bahwa Beliau ﷺ adalah Utusan Allah ﷻ yang benar tidak berdusta dan tidak pula didustai, beliau adalah Rasul yang Benar dan dibenarkan apa yang disampaikan
  3. Beriman dengan semua kabar yang Beliau bawa dari perkara yang telah lalu, sedang terjadi maupun yang akan datang
  4. Mengikuti Perintahnya dan menjauhi larangannya
  5. Membela Syari’atnya
  6. Meyakini bahwa apa yang Beliau ﷺ bawa hukumnya sama seperti apa yang datang dari Allah ﷻ wajib diamalkan
  7. Membelanya saat masih hidup dan membela sunnahnya setelah beliau wafat

Baca Juga : Rasulullah ﷺ Amat Mencintai Ummatnya

Makna Ikhlas kepada Para Imam Kaum Muslimin

Mentaati para pemimpin kaum muslimin dalam kebaikan dan menasihati mereka jika ada kekeliruan, dan imam kaum muslimin ada dua, yaitu Para Ulama Rabbani yaitu pewaris ilmu, ibadah, akhlak dan mereka yang meneruskan dakwah para nabi dan Para Umara’ yaitu para pemimpin yang menjalankan Syariat Allah, maka bisa kita katakan bahwa para ulama yang menjelaskan syariat dan para umara’ adalah pelaksana syariat Allah, mereka haruslah menerapkan Syariat Allah pada dirinya dan kepada kaum muslimin secara umum

Diantara bentuk Nasihat kepada para ulama adalah ;

  1. Mencintai mereka
  2. Membantu mereka dalam menjelaskan kebenaran dan menyebarluaskannya
  3. Membela kepribadiannya yang baik
  4. Menasihatinya secara bijak jika mereka keliru
  5. Memberikan saran dan petunjuk untuk mereka dalam berdakwah

Diantara bentuk Nasihat kepada para umara’ / pemimpin adalah ;

  1. Meyakini sah kepemimpinan mereka
  2. Menyebarkan kebaikannya diantara rakyatnya
  3. Mentaati perintahnya dan menjauhi larangannya selama tidak dalam maksiat kepada Allah
  4. Menutupi aib mereka jika memungkinkan dan menasihatinya secara eksklusif
  5. Tidak memberontak atas kepemimpinannya

Makna Ikhlas kepada Kaum muslimin secara umum

Diantara bentuk ikhlas dan nasihat kepada kaum muslimin secara umum adalah dengan menunjukan rasa cinta, persaudaraan dan kebaikan dengan mereka serta menunjukkan wajah yang berseri, memberi salam, memberi nasihat, dan membantu mereka dalam urusan dan kebaikan, dan melakukan segala hal yang membawa kebaikan dan menjauhkan keburukan dunia dan akhirat

Ringkasan kesimpulan

Hadits ini menunjukan pentingnya Nasihat dan keikhlasan dalam beragama, dan menunjukkan betapa baiknya pengajaran nabi ﷺ serta betapa semangatnya para sahabat dalam menuntut ilmu dengan keingintahuan mereka tentang apa yang nabi sampaikan secara rinci. Dalam hadits ini juga menunjukan tentang Skala prioritas dalam nasihat, serta menunjukkan wajibnya nasihat kepada para Imam kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum

Para pembaca yang Budiman rahmat Allah ﷻ selalu menyertai anda, marilah kita Tulus dalam beribadah dan beriman serta mentaati Allah dan RasulNya kemudian para pemimpin kaum muslimin dan tidak lupa untuk berbuat baik kepada sesama.

Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

Daftar Pustaka

  1. al Qur’an al Karim
  2. Kitab Shahih Muslim
  3. Sharon, Moshe (1997): Corpus Inscriptionum Arabicarum Palaestinae pp.140-141. ISBN 90-04-11083-6.
  4. Shalih al Utsaimin, Muhammad (2004): Kitab Syarah Arbain Nawawiyah hal.135 – 145.
  5. Ad-Dzahabiy, Syamsu ad-Din (2009). Kitab Siyar A’laam an-Nubala` jilid II. hlm. 442-448
Share:

Ust. Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang penuntut ilmu yang menyukai dunia pendidikan dan dakwah islam yang kaaffah, saat ini masih menempuh pendidikan di King Khalid University, Abha, Arab Saudi jurusan Ushuluddin dan Dakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *