Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tafsir Surat al Ashr (Manusia Makhluk Merugi)

Reading Time: 3 minutes "Seandainya tidak Allah turunkan hujjah atas manusia kecuali surat ini, maka itu sudah cukup"

Reading Time: 3 minutes
Table of contents: [Hide] [Show]

    Tafsir Surat al Ashr (Manusia Makhluk Merugi)

    Disarikan dari Kitab – kitab Tafsir Ahlussunnah


    Bismillahi wal hamdulillah, wasshalaatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man waalah, amma ba’du

    Allah ﷻ berfirman :

    وَالعَصرِ (١) إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَ تَوَاصَوا بِالحَقِّ وَ تَوَاصَوا بِالصَّبرِ (٣)

    “Demi Masa (1) Sungguh Manusia dalam kerugian (2) Kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh, saling mewasiatkan kepada kebenaran dan kesabaran (3)

    Seputar turunnya surat al-‘Ashr

    Surat ini Makkiyah (Turun sebelum hijrah ke Madinah)

    Diriwayatkan dari kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim Imam Ibnu Katsir rahimahullah,

    ‘Amr bin al-‘Ash sebelum masuk islam pernah ditanya oleh Musaylamah al-Kadzzab Laknatullah ‘alaih : “Apa yang diturunkan kepada temanmu itu(Muhammad) saat ini?”

    ‘Amr menjawab : “Sebuah surat yang ringkas padat dan jelas”

    Musaylamah al-Kadzzab Laknatullah ‘alaih bertanya “bagaimana surat itu?”

    ‘Amr menjawab :

    وَالعَصرِ (١) إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَ تَوَاصَوا بِالحَقِّ وَ تَوَاصَوا بِالصَّبرِ (٣)

    Musaylamah al-Kadzzab berfikir sejenak, dan mulai mengarang kata-kata :

    ياوبر يا وبر * إنّما أنت أذنان و صدر * و سائركَ حفز نقز *

    “Wahai Hirex wahai Hirex * Kau hanyalah telinga dan dada * dan semua badanmu terdiri dari ekor dan perut*

    ‘Amr pun berkata : ” Demi Allah, kau pun tahu aku mengetahui kau sedang berbohong”.

    Orang-orang Kafir nan bodoh selalu menjadi haters (baca : Pembenci) kebenaran meski dengan cara terbodoh sekalipun, hingga menunjukkan kedunguannya didepan khalayak, seperti Musaylamah al-Kadzzab yang terlaknat ini.

    Dinukilkan dari risalah Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah, bahwa Imam Syafi’i Muhammad bin idris rahimahullah berkata tentang surat ini :

    “Seandainya tidak Allah turunkan hujjah atas manusia kecuali surat ini, maka itu sudah cukup”

    Dan dinukilkan pula dari kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim Imam Ibnu Katsir rahimahullah jilid ke 8, Imam Syafi’i Muhammad bin Idris rahimahullah berkata :

    “Seandainya manusia mentadabburi surat ini, maka akan tercerahkan pikiran mereka”

    Tafsir per ayat

    وَ العَصرِ-١

    Allah ﷻ bersumpah dengan al-‘Ashr yakni Zaman/ Waktu yang terjadi padanya setiap perbuatan Bani Adam dari yang baik maupun yang buruk*, al-‘Ashr ini termasuk Pagi hari, siang hari maupun malam hari, setiap yang berhubungan dengan waktu maka disebut al-‘Ashr, tanpa ada batasannya**

    إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسرٍ -٢

    Allah ﷻ menggambarkan bahwa setiap manusia berada dalam penyesalan dan kealpaan**, semua manusia dalam kerugian

    إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَ تَوَاصَوا بِالحَقِّ وَ تَوَاصَوا بِالصَّبرِ -٣

    Semuanya merugi kecuali mereka yang beriman dengan hati mereka dan beramal shaleh dengan anggota badan mereka*, dan mereka yang saling menasihati sesama dalam beramal sesuai dengan apa yang Allah turunkan dalam kitabNya dari semua perintah, dan menjauhi semua bentuk larangan Nya**, serta mereka yang saling menasihati sesama mereka untuk bersabar dalam ketaatan kepada Allah ﷻ**

    Para pembaca yang Budiman rahmat Allah ﷻ selalu menyertai anda, surat al-‘Ashr ini ringkas dan padat, namun kita bisa ambil beberapa pelajaran berharga dari tafsir surat tersebut,

    1. Al-Qur’an adalah kalam Allah tak ada yang dapat menandingi nya, lihatlah usahanya Musaylamah al-Kadzzab dalam membuat tandingan dari surat al-‘Ashr ini…. Kebodohannya semakin terlihat.

    2. Surat al-‘Ashr ini benar-benar menyampaikan kepada kita sebagai manusia yang beriman, akan fana nya dunia ini, dan tak ada yang lebih berharga dari Iman dan Amal

    4. Kita sebagai seorang muslim yang baik, agar saling menasihati sesama, dalam ketaatan dan kesabaran, karena orang-orang yang saling mengingatkan karena Allah memiliki keimanan yang lebih kuat dibandingkan selain mereka. Rasulullah bersabda :

    “Barangsiapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia merubahnya dengan tangannya (kekuatan) jika tidak mampu maka dengan lisannya (nasihat) jika tidak mampu maka ingkari lah dengan hati, sungguh itu adalah selemah lemahnya iman” HR. Muslim 49

    Jadilah Mu’min yang baik, dan keimanan itu harus diikuti dengan amalan yang ikhlas, serta disempurnakan dengan saling mengingatkan, Allah ﷻ berfirman menunjukkan kemuliaan ummat muslim :

    كُنتُم خَيرَ أُمَّةٍ أُخرِجَت لِلنَّاسِ تَأمُرُونَ بِالمَعرُفِ وَ تَنهَونَ عَنِ المُنكَرِ وَ تُؤمِنُونَ بِاللّٰه

    “Kalian adalah sebaik-baik Ummat yang lahir dari kalangan manusia, kalian ingatkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, lagi kalian beriman kepada Allah”

    QS. Ali Imran 110

    Allah ﷻ juga tak memisahkan antara Iman dan Amal shaleh, dalam beberapa firman Nya :

    وَالَّذِينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَىٰٓئِكَ أَصحَابُ الجَنَّةِ هُم فِيهَا خَالِدُونَ – ٨٢

    “Dan orang-orang yang beriman lagi beramal shaleh, merekalah penghuni surga, yang mereka kekal didalamnya”

    QS. Al-baqarah 82

    Para pembaca yang Budiman rahmat Allah ﷻ selalu menyertai anda, marilah kita perbaiki Amal kita, perkuat Iman kita, mintalah kepada Allah surga firdaus yang semoga Allah kumpulkan kita disana kelak.

    Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

    Footnote :

    * Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim Imam Ibnu Katsir rahimahullah jilid 8 Tafsir surat al-‘Ashr, cetakan dar thayyibah 1999

    **Tafsir Jaami’ al-Bayan min tafsir aayil Qur’an Imam Atthabari jilid 7 tafsir surat al-‘Ashr, cetakan Muassasah arrisalah 1994

    Sragen, 25 Juli 2019

    Thariq Aziz Al-Ahwadzy

    Share:

    Ust. Thariq Aziz al Ahwadzy

    Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang penuntut ilmu yang menyukai dunia pendidikan dan dakwah islam yang kaaffah, saat ini masih menempuh pendidikan di King Khalid University, Abha, Arab Saudi jurusan Ushuluddin dan Dakwah

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *