Pembagian Tauhid (2)

pembagian tauhid 2
rububiyyah uluhiyah asma sifat

Daftar Isi


السلام عليكم و رحمةُ الله و بركاته

Bismillahi wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah Muhammad bin Abdillah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man saara ‘alaa hadyihi wa tamassaka bisunnatihi ilaa yaumil qiyaamah amma ba’du

Pembagian tauhid sebenarnya hanya untuk memudahkan kita memahami Tauhid seutuhnya, bukan seperti prasangka sebagian orang, kita membagi tauhid seperti konsep Trinitas “Tiga tetapi hanya satu”. Karena pembagian ini untuk pembelajaran bukan sebuah konsep kepercayaan

Allah ﷻ berfirman

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ٢١ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ – ٢٢

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa -21- (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui”

Qs. al Baqoroh 21-22

Allah ﷻ mengajarkan kita untuk bertauhid (mengesakanNya) dalam semua aspek, tanpa dibagi dan dibedakan, namun sebagaimana yang sudah kami jelaskan sebelumnya, bahwa manusia ada yang meyakini Allah maha pencipta dan pemelihara alam semesta, tapi mereka menyembah dengan meminta doa dan pertolongan kepada selain Allah, aqidah peribadatan mereka rusak, mereka tidak menyembah hanya kepada Allah, melainkan sesembahan lain yang mereka persekutukan, Subhaanallahu ‘amma yusrikuun


Tauhid Rububiyyah (Pengesaan Allah dalam Penciptaan dan Pengaturan)

Sumber

Allah ﷻ berdiri sendiri, maha hidup dan maha menguasai segalanya, Allah menciptakan dan mengatur alam semesta dan seisinya, dengan kehendakNya yang absolut dilandasi hikmah yang Dia miliki

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ – ٥٤

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam

Qs. Al A’raf 54

Maka kita meyakini semua itu dengan sebenar-benarnya keyakinan, karena siapa lagi Tuhan dan Sesembahan yang mampu mencipta semua dan mengaturnya dengan penuh hikmah.

Dia yang menciptakan dan mengatur, maka kita juga akan kembali kepadaNya setelah dibangkitkan dari kematian kita kelak, kita akan ditanya dan semua amalan kita akan dipertangunggjawabkan dihadapanNya, dan sungguh itu amatlah mudah bagiNya

زَعَمَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنْ لَّنْ يُّبْعَثُوْاۗ قُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْۗ وَذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ – ٧

Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.” Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.

Qs. Attaghaabun : 7

Barangsiapa yang tidak meyakini hal ini maka dia belum menjadi Muslim karena mengingkari apa yang Allah jalla wa ‘alaa kabarkan. Maka untuk menjadi seorang muslim, kita meyakini bahwa Allah jalla wa ‘alaa yang maha Esa maha Tunggal dalam menciptakan dan mengatur alam semesta.


Tauhid Uluhiyyah (Mengesakan Allah dalam peribadatan)

Sumber

Allah maha Esa maha Tunggal dalam hal peribadatan, karena hanya Allah saja yang patut disembah dan diminta pertolongan

Allah ﷻ berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ – ٥٦

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”

Qs. Adz Zariyaat 56

karena Itu kita hanya patut menyembahNya tanpa perantara apapun, karena Allah maha Mengetahui segalanya, sedangkan perantara hanya untuk makhluk yang lemah karena keterbatasannya

Allah ﷻ berfirman

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”

Qs. Al Fatihah 5


Tauhid Asmaa’ wa Shifaat (Mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatNya yang Mulia)

Sumber

Allah ﷻ maha Pengasih lagi maha Penyayang, Pencipta alam semesta, maha Hikmah, maha Pemurah dan maha Perkasa, Dialah Allah pemilik 99 nama Nya yang maha Indah lagi sempurna, dengan sifat-sifatnya yang maha Mulia, tidak ada kesamaan dengan makhlukNya, sifatNya penuh hikmah, tidak boleh kita fahami dengan logika kita, karena Allah tidak mengajarkan itu dan baginda Rasulullah ﷺ tidak mencotohkan itu, Allah memiliki sifat yang Dia sematkan pada diriNya dan hakikatnya hanya Dia yang mengerti

Allah ﷻ berfirman

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ – ١٨٠

Dan Allah memiliki Asma’ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma’ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan

Qs. Al A’raaf 180

Nama-namaNya yang mulia amatlah banyak, diantaranya adalah apa yang Dia sampaikan dalam firmanNya yang penuh hikmah

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ – ٢٢ هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ – ٢٣ هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ – ٢٤

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang -22- Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan -23- Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana” -24-

Qs. Al Hasyr 22-24

Demikian ringkasan dan penjelasan tentang Tauhid dan seluk beluknya, semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah dan ‘inayahNya agar selalu mengesakanNya dengan sebenar-benarnya dan senantiasa diatas jalan petunjuk nabiNya yang mulia

Washallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa man waalah


Akhukum fillah Thariq Aziz al Ahwadzy

18 Dzulhijjah 1441H

di Kota Bekasi


Baca Juga :

Pembagian Tauhid

Apa itu Tauhid

Terbukanya Pintu Kenikmatan

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: