Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pengertian Aqidah dan Ilmu Aqidah (Muqaddimah Ilmu Aqidah 1)

Reading Time: 6 minutes

Pengertian Aqidah dan Ilmu Aqidah (Muqaddimah Ilmu Aqidah 1)

Disarikan dari Kitab al Madkhol ilaa Ilmil Aqiidah karya Fadhilatusy Syaikh DR. Ziyad bin Hamad al ‘Amiri حفظه الله تعالى


Bismillahi wal hamdulillah, wasshalaatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalah, amma ba’du

Pada tulisan ini dengan izin Allah, akan saya mulai pembahasan tentang pengantar ilmu aqidah islam yang shahih, berdasarkan al Qur’an dan as Sunnah dengan merujuk kitab al Madkhol ilaa Ilmil Aqiidah karya Fadhiilatusy Syaikh DR. Ziyad bin Hamad al ‘Amiri hafidzahullahu ta’ala, karya beliau ini dijadikan muqorror dalam Mata Kuliah Madkhol fii dirasaat al Aqidah (Pengantar pembelajaran Aqidah) di kampus kami (King Khalid University, Abha, Saudi Arabia).

Penjelasan kitab ini cukup lengkap dan semua penjelasannya disertakan dalil yang shahih dan penjelasan para ulama yang mu’tabar di bidangnya, secara umum kitab ini cukup mudah difahami dan dipelajari bagi mereka yang memahami bahasa arab dengan baik

Kitab ini terdiri dari beberapa pasal dan pembahasan utama, mulai dari Pasal pertama yang mencakup ;

  1. Pengertian Aqidah dan Ilmu Aqidah
  2. Lingkup Pembahasan Ilmu Aqidah
  3. Keutamaan Ilmu Aqidah
  4. Hubungan Ilmu Aqidah dengan disiplin Ilmu lainnya
  5. Hukum Mempelajari Ilmu Aqidah
  6. Manfaat Mempelajari Ilmu Aqidah
  7. Manhaj al Qur’an dalam menyeru kepada Aqidah
  8. Tunggalnya Agama para Rasul dan Perbedaan beberapa syariatnya
  9.  Hubungan Aqidah dengan Syariah
  10. Sejarah kepenulisan Ilmu Aqidah

In syaa Allah akan kita bahas dari pasal pertama dulu dengan 10 pembahasan, yang mana setiap artikel in syaa Allah akan membahas satu pembahasan secara urut dan ringkas biidznillah

Untuk tulisan saat ini, kita akan membahas pembahasan pertama dari 10 pembahasan pasal pertama dari kitab al Madkhol ilaa Ilmi Aqidah

Pengertian Aqidah dan Ilmu Aqidah

Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) dan Istilah (Terminologi)

Aqidah (العقيدة) secara bahasa berdiri diatas wazan فَعِيلة dari fi’il عَقَدَ yang bermakna معقودة (Terikat) yaitu (Ikatan yang Kokoh) الشدّ والربط والجزم

Aqidah (العقيدة) secara Istilah Umum “Aqidah dimaknai Keyakinan yang tertanam dalam diri seorang manusia, baik itu keyakinan yang benar maupun yang salah” adapun Aqidah Islam adalah “Keyakinan yang mengikat di hati manusia terhadap pokok keimanan dan yang diikutkan kepadanya”

Diantara pengertian yang cukup lengkap dan mudah difahami, yang mana dapat menjelaskan pengertian yang telah kami sampaikan diatas, adalah pengertian dari Fadhilatusy Syaikh Dr. Muhammad bin Ibrahim al Hamad hafidzahullahu ta’ala dalam kitab Rasaail Aqidahnya

“Beriman secara yakin kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari Akhir serta dengan takdir baik dan buruknya, serta mengimani segala hal yang ada di al Qur’an al Karim, dan hadits shahih terkait pokok agama, perintah dan larangan serta semua kabar dan kisah yang ada, dan semua hal yang Salaf Shalih bersepakat padanya, serta menyerahkan diri kepada Allah dalam hukum dan perintah-Nya, takdir-Nya dan syariat-Nya serta Rasul-Nya” Mukhtasor al Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah 7/2

Adapun pengertian Ilmu Aqidah ialah “Ilmu yang mempelajari penetapan pokok – pokok keimanan dan semua yang diikutkan kepadanya dari perkara – perkara aqidah, serta menjelaskan cara menggunakan dalil dalam beragama, serta bantahan kepada yang menyelisihinya”

Nama – Nama Ilmu Aqidah

Nama – nama ilmu aqidah ini ada yang ditetapkan oleh ulama ahlussunnah wal jama’ah ada pula yang dinamai oleh Ahlul Bid’ah dari kalangan filsuf dan non-muslim

Nama Pertama : Aqidah

Disebut aqidah karena memang ilmu ini membahas tentang aqidah, maka disebut sebagai ilmu aqidah yang penjelasannya telah kita sampaikan diatas. Diantara kitab ulama yang menggunakan nama ini antara lain

  • Ushul Sunnah wa I’tiqod ad Diin, karya Imam Abu Hatim ar Razi
  • I’tiqod Ahli Sunnah, karya Abu Bakr al Isma’ily
  • Aqidah Salaf wa Ashaabul Hadits, karya Imam as Shobuni

Nama Kedua : Tauhid

Diantara sebab ilmu aqidah dinamai sebagai ilmu tauhid adalah karena pokok pembahasannya tentang tauhidullah (mengesakan Allah) dalam perkara rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya dan Nama – nama serta Sifat-Nya. Diantara kitab ulama yang menggunakan nama ini antara lain

  • Kitab at Tauhid di dalam Shahih Imam al Bukhari
  • Kitab at Tauhid wa itsbaat shifaat ar Rabb ‘azza wa jalla, karya Imam Ibnu Khuzaimah
  • Kitab at Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab

Nama Ketiga : al Iman

Diantara sebab ilmu aqidah dinamai al Iman karena Rukun Iman yang 6 adalah pokok ilmu aqidah yang termaktub dalam sabda Rasulullah ﷺ dalam hadits jibril yang masyhur

Jibril alaihissalam berkata : kabarkanlah aku tentang iman !, Nabi ﷺ menjawab : “Engkau beriman kepada Allah, dan para malaikat-Nya, dan kitab-kitab Nya, dan para Rasul-Nya, dan meyakini hari akhir serta takdir baik dan buruknya” HR. Muslim 08 

Baca Juga : Syarah Hadits Arbain Ke 2 Hadits Jibril-Dasar Dasar Agama

Diantara kitab ulama yang menggunakan nama ini adalah

  • Kitab al Iman wa Ma’aalimihi wa sunanihi wa istikmaal darajaatihi, karya Imam Abu Ubaid al Qasim bin Sallam
  • Kitab al Iman, karya Imam Abu Syaibah
  • Kitab al Iman, karya Imam Ibnu Mandah

Nama Keempat : as Sunnah

Diantara sebab ilmu aqidah dinamai as Sunnah karena seseorang yang berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah ﷺ berada diatas aqidah yang benar, yaitu berada diatas jalan Nabi ﷺ dan para Sahabatnya ridhwanullah ajma’in

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullahu ta’ala berkata

“Penamaan yang dilakukan oleh para penulis dalam bab ini (kitab as Sunnah) seperti as Sunnah karya Imam Ahmad bin Hanbal, al Kholal, at Thabrani, dan as Sunnah karya al Ju’fi, al Atsrom dan para penulis lainnya dalam bab Aqidah, mereka menamainya dengan Kitab as Sunnah untuk membedakan antara Aqidah Ahlus Sunnah dan Aqidah Ahlul Bid’ah” Majmu’ Fataawa Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah 19/308

Diantara kitab para ulama yang dinamai dengan nama ini dalam bab Aqidah diantaranya

  • Kitab as Sunnah, karya Imam Ahmad bin Hanbal
  • Kitab as Sunnah, karya Ibnu Abi Ashim
  • Kitab Shariih as Sunnah, karya Imam Ibnu Jarir at Thabari

Nama Kelima : Ushuluddin

Diantara sebab ilmu aqidah dinamai dengan Ushuluddin, karena aqidah adalah pokok agama dan pembahasannya tentang pokok – pokok agama dan asasnya, dan semua pembahasannya adalah dasar dari semua ilmu syari’ah, karena tidak ada manfaatnya mempelajari ilmu syariat jika aqidahnya saja rusak, aqidah adalah pokok agama dan ilmu yang paling utama dalam beragama

Beberapa kitab yang membahas aqidah dan menggunakan nama ini diantaranya

  • al Ibanah ‘an Ushul Diyanah, karya Abu al Hasan al Asy’ari
  • asy Syarhu wal Ibanah ‘an Ushul Sunnah wa Diyanah, karya Ibnu Batthah
  • al Burhan fii Ushul Diin, karya Ibnu al Hanbali

Nama Keenam : asy Syari’ah

Diantara sebab ilmu aqidah dinamai dengan asy Syari’ah, karena lingkup pembahasan ilmu aqidah dianggap sebagai ilmu yang paling agung yang Allah syari’atkan dan perintahkan untuk mempelajari dan mengamalkannya, ilmu aqidah adalah ilmu yang sama dalam syariat para nabi dan rasul, itu adalah pokok agama, sebagaimana firman – Nya

شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًۭا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓ ۖ أَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا۟ فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” QS. Asy Syuraa 13

Beberapa kitab yang membahas aqidah dan menggunakan nama ini diantaranya

  • asy Syari’ah, karya Imam al Aajiri
  • al Ibanah ‘an Syari’at al Firqah an Naajiyah wa Mujanabah al Firaq al Madzmumah, karya Imam Ibnu Batthah

Nama Ketujuh : al Fiqhul Akbar

Diantara sebab ilmu aqidah dinamai dengan ilmu ini adalah karena Ilmu Aqidah dianggap sebagai “Fiqh Akbar” disandingkan dengan Fiqh Furu’ (Ilmu Fiqh), ini diantaranya yang dikatakan oleh Imam Abu Hanifah – rahimahullahu ta’ala – tentang ushuluddin

Nama – Nama Ilmu Aqidah dikalangan Ahlul Bid’ah

Ahlul Bid’ah dari kalangan Ahli Filsafat yang merumuskan aqidah dengan metode para filsuf bukan metode Nabi ﷺ dan para pendahulunya dari para nabi yang Allah ajarkan dalam wahyu-Nya

Diantara nama – nama yang mereka ciptakan tentang ilmu aqidah adalah

Nama Pertama : Ilmu Kalam

Nama ini paling sering digunakan oleh para ahli bid’ah dengan kelompok mereka, yang mana maksud dari nama ini adalah “Berkata dalam perkara agama dengan tidak menggunakan metode para Rasul” karena itu berdebat dalam aqidah disebut sebagai “al Kalam”, mereka mendiskusikan dan merumuskan agama dengan metode akal dan prasangka, tanpa ilmu dari al Qur’an dan Hadits nabi ﷺ

Nama Kedua : al Falsafah

Nama ini dimaksudkan sebagai “Mencari kebenaran dan perkara ghaib tanpa perlu bersandar pada agama dan wahyu”. Mereka mencari keyakinan dengan akal manusia yang serba terbatas kemampuannya, tanpa merujuk Wahyu dan Petunjuk Nabi ﷺ kecuali memahaminya dengan akal dan prasangka mereka

Nama Ketiga : at Tashawwuf

Nama ini digunakan oleh kalangan Sufi dan Orientalis, diantara sebabnya mereka menganggap Tashawwuf adalah tujuan utama dalam beragama

Nama Keempat : al Ilahiyyaat

Nama ini digunakan dikalangan Ahlul Kalam dan Filsuf serta Orientalis, diantara sebabnya karena pembahasan ilmu aqidah paling banyak tentang ketuhanan, mereka juga menamainya dengan “Ilmu Laahuut” atau Theologi yang mana dikalangan barat mereka membuat pembagian ilmu theologi ini menjadi banyak penamaan

Nama Kelima : Metafisika

Nama ini digunakan oleh para filsuf dan orang barat, yang mana mereka tidak meyakini kecuali apa yang nampak dan mengingkari apa yang ghaib, maka ilmu ini disebut Meta Fisika oleh mereka

Dan masih ada beberapa penamaan lagi yang mungkin tidak dapat kami jelaskan ditulisan ini seluruhnya, namun kami hanya menjelaskan apa yang sering digunakan dikalangan Ahlul Bid’ah dan Non Muslim yang menamai ilmu aqidah dengan pembahasan mereka sesuai akal dan hawa nafsu sendiri

In syaa Allah pada tulisan berikutnya akan kita bahas point – point selanjutnya dari serial Muqaddimah Ilmu Aqidah, semoga apa yang kita pelajari saat ini bisa menjadi kebaikan dan ilmu yang bermanfaat untuk seterusnya

Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

Share:

Ust. Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang penuntut ilmu yang menyukai dunia pendidikan dan dakwah islam yang kaaffah, saat ini masih menempuh pendidikan di King Khalid University, Abha, Arab Saudi jurusan Ushuluddin dan Dakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *