السَّلام عَليكُم وَرحمَةُ الله و بَركَاته
Bismillah wal hamdulillah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi wa man saara ‘alaa hadyihi wa tamassaka bisunnatihi ilaa yaumil qiyamah, amma ba’du
Setelah sebelumnya kita membahas apa itu tauhid, sekarang kita akan coba memahami dengan baik bagaimana sih tauhid itu sendiri ?, ok kita mulai dari yang sederhana
Baca Juga : Apa Itu Tauhid
Allah ﷻ adalah Rabb pemilik alam dan seisinya, namun apakah Dia ciptakan semua itu termasuk kita hanya sebagai hiasan semata, tak ada arti dan tujuan ?
Tidak semudah itu bung, Allah maha hikmah yang diciptakanNya ada tujuan dan maksud yang mulia, gak seperti hubungan kamu dengan dia yang ujung-ujungnya bikin kecewa, hehehe
Bahkan perintah pertama yang Allah ﷻ tunjukan kepada hambaNya dalam al Qur’an adalah tentang mentauhidkannya
Disebutkan dalam firmanNya :
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ٢١
“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”
Qs. Al Baqoroh 21
Kenapa kita harus menyembahNya ? langsung dijawab Allah tentang apa sebabnya kita menyembah Allah semata
الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ – ٢٢
“(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui”
Qs. Al baqarah 22
Emang bener Allah itu harus disembah ? kan semua juga bisa meminta untuk disembah, gak cuma Allah aja kan… ?
Kalo kamu ragu dan skeptis, coba aja saingi Allah dalam satu hal saja, atau siapapun orang terhebat yang pernah kamu temui untuk membuat satu saja, satu apa itu?
وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ – ٢٣
“Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”
Qs. Albaqarah 23
Baca Juga : Kiat Istiqomah Dalam Beragama
Coba aja kalau masih ragu nih yaa, atau skeptis gk percaya, buat satu karangan gak usah kitab deh kegedean, yang bisa mengatur permasalahan pidana maupun perdata dengan tanpa kecacatan dan pertentangan, bisa gak ?!
Kalo gak bisa, coba ni perhatikan jawabanNya
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ – ٢٤
“Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”
Qs. Al Baqarah 24
Gak usah neko-neko, berfikir seolah kita cerdas luar biasa, mengkritisi firman Allah ta’ala, lah wong disuruh buat satu karangan aja yang semisal al Qur’an aja gk bisa
Lantas bagaimana langkah kita selanjutnya ?
Kita jadikan hidup kita sebagai ibadah murni hanya untukNya, karena semua dari kita akan mati, tidak ada yang abadi, kecuali abadinya tokoh di film-film sci-fict atau abadinya Upin dan Ipin di Tk Tadika Mesra, hehehe…
Kita menjadi taat dan tunduk kepada perintah Allah karena hidup dan mati kita hanya milik Nya dan kita akan kembali kepadaNya untuk mempertanggung jawabkan semuanya
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ – ١٦٢ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ – ١٦٣
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, -162- tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).”
Qs. Al An’am 162-163
Ketundukan dan kepatuhan adalah sebuah ibadah, maka kita hanya mempersembahkannya kepada yang berhak menerimanya, Allah ﷻ
Jadi kesimpulan apa itu tauhid yang sesungguhnya, yaitu mengesakan Allah dalam peribadahan, penciptaan, serta nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang terpuji
Singkatnya tauhid dalam peribadahan yang kita bahas kali ini ada di firman Allah ﷻ
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ – ٥٦
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”
Qs. Adz Dzaariyaat 56
Sampai sini dulu yaa pembahasan kita tentang ibadah dan tauhid, semoga Allah berikan keistiqomahan kepada kita dan petunjuk agar selalu berada di atas jalan yang benar
Washallallahu ‘alaa nabiyyina muhammad, wa akhiru da’wanaa anil hamdulillahi rabbil ‘aalamin
Bekasi, 15 Dzul Qa’dah 1441 H / 07 Juli 2020
Thariq Aziz Alahwadzy
Daftar Pustaka
- Alqur’an al Karim
- Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab rahimahullah
- Kitab al Qoulul mufid ‘alaa kitabit tauhid karangan Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah
- Sumber Gambar


Komentar