Keutamaan Menuntut Ilmu Agama


السلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته

Bismillah wasshalaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahu bi ihsaan ilaa yaumid diin, amma ba’du,

Kita lahir tak ketahui apapun, bodoh dan papa, namun Allah ﷻ menganugerahkan kita Hati untuk berfikir, Mata untuk melihat, dan Telinga untuk mendengar, Allah ﷻ berfirman :

وَاللّٰهُ أَخرَجَكُم مِن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُم لَا تَعلَمُونَ شَيئاً وَ جَعَلَ لَكُمُ السَّمعَ وَ الأَبصَارَ وَ الأَفئِدَةَ لَعَلَّكُم تَشكُرُونَ
“Allah keluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui apa apa, dan Allah jadikan untuk kalian (organ) Pendengaran, Pengelihatan, dan hati, agar kalian bersyukur”

QS. an-Nahl 78

Allah ﷻ telah memberikan kita kenikmatan, dari telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hati untuk berfikir, maka dari itu Imam Ibnul Qayyim Al jauziyyah rahimahullah berkata :
Malaikat diciptakan dengan akal tanpa syahwat, Hewan diciptakan dengan syahwat tanpa akal, Manusia diciptakan dengan akal dan syahwat, maka jikalau Manusia lebih pergunakan akalnya dibandingkan syahwatnya sungguh dia lebih mulia dari Malaikat, namun jikalau syahwatnya lebih dia pergunakan daripada akalnya, maka Hewan jauh lebih baik darinya”

Lalu bagaimana kita bisa menjadi mulia dengan anugerah dari Allah ﷻ tadi?
Allah ﷻ berfirman :

يَرفَعِ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُم وَ الَّذِينَ أُوتُوا العِلمَ دَرَجَاتٍ
“Kelak Allah tinggikan (derajat) orang-orang beriman diantara kalian, dan (Allah) akan tinggikan orang yang berilmu (diatas kalian) beberapa derajat”

QS. al-Mujadalah 11

Jawabannya, dengan Ilmu kita sebagai insan bisa mencapai derajat kemuliaan tertinggi, bukan dengan Harta kita mulia, bukan dengan Jabatan kita terhormat, namun Ilmua lah yang kita amalkan itu yang bermanfaat.

Rasulullah ﷺ bersabda :

طَلَبُ العِلمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ
“Menuntut Ilmu itu kewajiban bagi seorang muslim”

HR. Ibnu Majah 224

Maka dari itu para pembaca yang Budiman, rahmat Allah ﷻ selalu menyertai anda, kita harus mempelajari Ilmu, dan sebaik-baik nya ilmu adalah Ilmu Syar’i, yang dengannya lah kita bisa berjalan diatas kebenaran, dan Istiqomah dalam kebaikan.
Allah ﷻ berfirman :

فَاعلَم أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ وَ استَغفِر لِذَنبِكَ وَ لِلمُؤمِنِينَ وَ المُؤمِنَاتِ
“Maka ketahuilah bahwasanya Dia tiada Ilah yang berhak di sembah kecuali DiriNya, dan mintalah ampunan atas dosamu dan orang-orang yang beriman dari kalangan Pria maupun Wanita”

QS. Muhammad 19

Untuk mengetahui Allah, kita harus berilmu, dan fithrah ilmu sudah tertanam pada diri kita, kita yang harus terus mengembangkannya dan menggali potensi yang ada.

Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

السلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته


Bekasi, 24 Juli 2019
Thariq Aziz Al-Ahwadzy

Baca Juga

Berlindung Dari Kemalasan

Sering Berbuat Dosa

Ibu Jangan Bandingkan Aku

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: