Malaikat Itu Bernama Hafiz al Qur’an

السَّلامُ علَيكُم و رَحمَة اللّٰهِ و بَركَاتُه

Bismillahi wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah Muhammad bin Abdillah wa ‘alaa aalihii wa shahbihi wa man tabi’ahu bi ihsan ila yaumil qiyamah, amma ba’du

Wahai para penghafal al Qur’an, hamba pilihanNya, terpilih dari jutaan manusia untuk menjaga kitabNya yang mana Allah ﷻ firmankan

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami turunkan adz Zikr (al Qur’an) itu dan Kami pula yang akan menjaganya” Qs. Al Hijr 8

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di t berkata dalam tafsirnya

Allah jaga al Qur’an itu saat turunnya dan setelah selesai diturunkan, adapun penjagaan Allah terhadapnya saat diturunkan, Allah jauhkan dari gangguan syaithan yang terlaknat, dan penjagaan Allah terhadapnya setelah selesai diturunkan adalah dengan menjaga Ayat-ayat Nya di hati RasulNya dan di hati para ummatnya (yang menghafal dan mengamalkannya) Tafsir Taysir Karimir Rahman fi Tafsiir Kalamil Mannaan

Itulah kelebihan ummat ini dibanding ummat lainnya, terus terlahir generasi penghafal al Qur’an dari waktu ke waktu untuk menjaga kemurniannya dari tangan orang-orang tidak bertanggungjawab, sebagaimana itu terjadi diantara kaum-kaum sebelumnya, kitab mereka dirubah dikurangi maupun ditambah, mereka tersesat bak sampah hanyut disungai tanpa arah

Allah ﷻ mengabarkan hal tersebut dibanyak tempat dalam al Qur’an sebagaimana firmanNya

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

“Maka celakalah yang menulis (merubah) kitab suci dengan tangan-tangan mereka, kemudian mereka berkata ‘ini (kitab) dari sisi Allah’ untuk mereka perjualbelikan kitab suci itu dengan harga yang murah (menjatuhkan kemuliaan kitab tersebut) maka celakalah mereka karena apa yang mereka tulis dengan tangan mereka itu, dan celakalah mereka atas apa yang mereka perbuat” Qs. Al Baqoroh 79

Allah ﷻ muliakan kitabNya al Qur’an dengan menjaganya dihati para hambaNya yang terpilih, mereka adalah para penghafal al Qur’an yang mana Rasulullah ﷺ banyak memuji mereka dalam sabdanya yang mulia, diantara sabda beliau

خَيرُكُم مَن تَعَلَّمَ القُرآنَ وَ عَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al Qur’an dan yang mengajarkannya” HR. Bukhari 5027, Abu Daud 1452, at Tirmidzi 2907, ad Darimi 3380

Dan sabda beliau ﷺ pula

المَاهِرُ بِالقُرآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَارَةِ

“Orang yang mahir membaca al Qur’an maka dia bersama (derajatnya) dengan malaikat yang mulia” HR.Muslim 798, Ibnu Majah 3779, Ahmad 26296

Beliau ﷺ juga menjanjikan syafa’at bagi para ahli qur’an

اقرَؤُوا القُرآنَ فَإِنَّهُ يَأتِي يَومَ القِيَامَة شَفِيعاً لِأَصحَابِهِ

“Bacalah al Qur’an kelak dia akan memberi syafa’at bagi para penjanganya” HR. Muslim 804

Penghafal al Qur’an tidak hanya mendapatkan kemuliaan bagi dirinya sendiri, namun bagi orang terdekatnya pula, Allah ﷻ janjikan kemuliaan bagi mereka penghafal al Qur’an bisa memberikan mahkota terindah di jagat raya yang terbuat dari cahaya, yang cahayanya lebih terang dari mentari namun tak menyilaukan bak mutiara

Rasulullah ﷺ bersabda tentang hal tersebut

مَن قَرَأَ القُرآنَ وَ عَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَومَ القِيَامَةِ ضَوؤُهُ أَحسَنُ مِن ضَوءِ الشَمسِ فِي بُيُوتِ الدُّنيَا فَمَا ظَنُّكُم بِاللَّذِي عَمِلَ بِهَذَا

“Barangsiapa yang membaca (menghafalkan) al Qur’an dan mengamalkan apa yang ada didalamnya, kelak akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota (dari cahaya) pada hari kiamat, yang cahayanya lebih baik dari cahaya matahari didunia, maka apa pendapat kalian bagi mereka yang melakukan hal tersebut?” HR. Abu Daud 1453

Rasulullah ﷺ bersabda pula

يُقَال لِصَحِبِ القُرآنِ اقرَأ وَ ارتَقِ وَ رَتِّل كَمَا كُنتَ تُرَتِّلُ فِي الدُنيَا فَإِنَّ آخِرَ مَنزِلَتِكَ عَلَى آخِر أَيةٍ تَقرَؤُهَا

“Dikatakan kepada penghafal al Qur’an ‘bacalah sebagaimana kamu membaca di dunia dan naiklah, karena sesungguhnya akhir derajatmu sesuai dengan ayat terakhir yang kau baca” HR. Abu Daud 1464

Allahu akbar, maha besar Allah, para penghafal al Qur’an bisa memberikan mahkota cahaya kepada kedua orangtuanya kelak, mata manusia tertuju iri karenanya, sungguh kemuliaan yang besar bagi mereka, para penghafal al Qur’an pula memiliki derajat disurga kelak sesuai dengan ayat yang terakhir mereka baca di dunia dahulu, sebuah kemuliaan yang tak ada tandingannya, maka masihkah kita menyia-nyiakan waktu untuk tidak menghafal al Qur’an?

Tak ayal banyak sekali kemuliaan bagi para penghafal al Qur’an yang kelak akan mereka peroleh didunia maupun diakhirat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

يَرفَعُ اللهُ بِهَذَا الكِتَابِ أَقوَاماً وَ يَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Allah akan angkat derajat suatu kaum karena al Qur’an dan merendahkan suatu kaum karenanya pula” HR. Muslim 817, Ibnu Majah 218, ad Darimi 3408, Ahmad 232

Maka dari itu pembaca budiman yang semoga rahmat Allah selalu bersama kita, marilah kita mulai untuk membaca dan menghafal al Qur’an sedini mungkin, ajarkan dan bimbing keturunan kita pula untuk menghafal dan mengamalkan al Qur’an agar kelak mereka menjadi generasi terbaik ummat ini, karena menghafal al Qur’an tidak selalu bermakna hafal 1 Surat, hafal 1 Juz atau hafal 1 al Qur’an sekaligus, namun Allah ﷻ mengajarkan pada kita untuk menghafalnya sesuai kemampuan kita dengan mengerahkan berbagai pengorbanan yang mana semakin banyak kita berkorban untuk al Qur’an kelak akan ada balasan yang tinggi dan kemuliaan yang besar pula.

Banyak sekali kisah-kisah Allah muliakan seseorang karena al Qur’an dan banyak pula kisah-kisah Allah hinakan pembaca atau penghafal al Qur’an karena mereka meninggalkan al Qur’an dan berpaling darinya sebagaimana kisah Abdullah bin Abdurrahman yang berpaling karena kecantikan seorang wanita kafir, dia rela mencampakan al Qur’an bahkan agamanya demi syahwatnya yang kotor itu, dia mati dalam keadaan hina dan tak ingat hafalan al Qur’an kecuali dua ayat di surat al Hijr ayat ke 2-3 saja, wal ‘iyaadzubillah

Marilah kita istiqomah dan terus berpegang teguh kepada al Qur’an hingga akhir hayat kelak, jangan pernah berpaling darinya, meninggalkannya bahkan tidak mengamalkannya walau kita sudah pernah menghafalnya, karena su’ul khatimah bisa menimpa siapa saja dimana saja

Washallallahu ‘alaa Nabiyyillahil Musthafa wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in

Thariq Aziz Alahwadzy

1 Oktober 2019/ 2 Shafar 1441

Ma’had Tarbiyah Insan Bekasi

Daftar Pustaka

  1. Al Qur’an al Karim
  2. Kitab Syarah Arba’in an-Nawawi karangan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah cetakan daar tsaarayaa 2004
  3. Kitab Syarah al-Arba’in hadiitsan an-Nawawiyah karangan Ibnu Daqiq al-I’ed rahimahullah cetakan Maktabah fayshaliyah
  4. Kitab at Tibyan fii adab hamalatil Qur’an Imam Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an Nawawi rahimahullah cetakan Daar al Minhaj Jeddah 2011
  5. Kitab Tafsir Taysir Karimir Rahman fii tafsir kalamil mannan Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di rahimahullah cetakan Daar Salaam Riyadh 2002
  6. Shahih Bukhari (ar Rajihi Project)
  7. Shahih Muslim (ar Rajihi Project)
  8. Sunan Abu Daud (ar Rajihi Project)
  9. Sunan Ibnu Majah (ar Rajihi Project)
  10. Sunan ad Darimi (ar Rajihi Project)
  11. Musnad Imam Ahmad (ar Rajihi Project)
  12. Gambar

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: