Niat Awal Dari Segalanya
Beranda / Syarah Hadits / Syarah Hadits Arba’in Pertama Niat Awal Dari Segalanya

Syarah Hadits Arba’in Pertama Niat Awal Dari Segalanya

Reading Time: 4 minutes

Syarah Hadits Arba’in Pertama – Niat Awal Dari Segalanya

Disarikan dari Syarah al Arba’in an Nawawiyah Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin


Bismillahi wal hamdulillah, wasshalaatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalah, amma ba’du

Saat kita shalat, ada niatnya, saat membaca Alqur’an, ada niatnya, saat berjalan ke suatu tempat ada niatnya, ketika belajar pun ada niatnya…

Semua perbuatan dalam setiap aspek kehidupan ada niatnya, penting sekali kita untuk merapikan niat kita agar kelak tidak menyesal.

Matan Hadits Pertama

Niat Awal dari Segalanya

Syarah Hadits Arbain ke 9 (Kewajiban Sesuai Kemampuan)

إنَّما الأَعمَالُ بِالنِّيَاتِ وَ إِنَّمَا لِكُلٍّ امرِءٍ مَانَوَى فَمَن كَانَت هِجرَتُهُ إِلَى اللّٰه وَ رَسُولِهِ فَهِجرَتُهُ إِلَى اللّٰه وَ رَسُولِهِ وَ مَن كَانَت هِجرَتُهُ لدُنيَا يُصِيبُهَا أَو امرَئَةٍ يَنكِحُهَا فَهِجرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيهِ

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu berkata : “aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda :

“Amalan tergantung niatnya, dan seseorang hanyalah mendapatkan kecuali apa yang telah ia niatkan. Maka barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan rasul-Nya, akan tetapi barangsiapa yang hijrahnya demi dunia yang diraihnya atau demi wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya hanya untuk apa yang diniatkannya.

Takhrij Hadits

Syarah Hadits Arbain ke 8 (Kemuliaan Seorang Muslim)

Sumber

Hadits riwayat dua Imam para ahli hadits,

1. Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Bardizbah al-Bukhari,
2. Abu Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim an-Naisabury

Syarah Hadits Arbain ke 7 Agama adalah Nasihat

Dalam kedua kitab shahih mereka, yang keduanya adalah kitab tershahih setelah Al-Qur’an.

Sekilas Profil Periwayat Hadits

Sumber

Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab bin Nufail al-Qurasy lahir tahun 590M tiga belas tahun setelah kelahiran Rasulullah ﷺ. Beliau adalah pemimpin kaum Muslimin sepeninggal Abu Bakar Radhiyallahu’anhu, beliau adalah pemimpin pertama yang dipanggil dengan Amirul Mukminin, beliau naik tahta atas petunjuk Abu Bakar Radhiyallahu’anhu, kepemimpinannya sah karena ditunjuk oleh pemimpin yang sah pula, termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga, jadi khalifah tahun 13 Hijriyah hingga wafatnya beliau Radhiyallahu’Anhu tahun 24 Hijriyah dibunuh oleh orang majusi terlaknat Abu Lu’lu’ah Fairuz al-Majusi. Semoga Allah merahmatinya dan meridhainya sebagaimana kami ridha terhadap dirinya.

Syarah dan Faidah Hadits

Sumber

Hadits ini adalah hadits yang padat dan singkat, mencakup sepertiga ilmu, karena amalan manusia hanya dari tiga tempat, yaitu Lisan, anggota badan, dan hati, niat tempat nya di hati sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Baihaqi dan selainnya.

Imam Muhammad bin Idris as Syafi’i rahimahullah berkata : “Hadits ini masuk dalam pembahasan lebih dari 70 bab fiqh”

Sebagian besar ‘Ulama berpendapat bahwa : Hadits ini sepertiga Islam

Hal yang unik dari hadits shahih ini adalah, tidak ada yang meriwayatkannya dari Rasulullah ﷺ kecuali Umar bin Khattab Radhiyallahu dan tidak ada jalur periwayatan yang meriwayatkannya dari Umar kecuali ‘Alqomah bin Abi Waqqosh, kemudian Muhammad bin Ibrahim at-Taymi kemudian Yahya bin Sa’id al-Anshary kemudian baru banyak yang meriwayatkannya setelah itu.

Hadits ini hadits Ahad (hanya satu jalur riwayat) yang shahih.

(إنَّما الأَعمَالُ بِالنِّيَاتِ)

” Amalan tergantung niatnya”

Penggunaan kata (إنّما) adalah balaghah bermakna hasr (pembatasan) maka dari itu diterjemahkan “Tidaklah” karena memang sebuah kepastian setiap amalan itu ada niatnya, tanpa niat amalan tak akan terjadi, kecuali apa yang diluar alam sadar manusia, maka itu tak dihitung sebagai amal baik maupun amal buruk.

Niat bermakna al-qashdu yaitu Tujuan


(وَإِنَّمَا لِكُلِّ امرِءٍ مَا نَوَى)

“dan seseorang hanya mendapatkan kecuali apa yang telah ia niatkan”

Setiap orang mendapatkan hasil dari amalnya sesuai apa yang dia niatkan, semakin ikhlas niatnya karena Allah ﷻ, semakin baik pula balasannya dari Allah, Allah ﷻ berfirman :

لَا خَيرَ فِي كَثِيرٍ مِن نَجوَىٰهُم إِلَّا مَن أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَو مَعرُوفٍ أَو إِصلَاحٍ بَينَ النَّاسِ وَ مَن يَفعَل ذٰلِكَ ابتِغَآءَ مَرضَاتِ اللّٰهِ فَسَوفَ نُؤتِيهِ أَجرًا عَظِيماً (١١٤)

“Tidak ada kebaikan dalam kebanyakan obrolan mereka kecuali mereka yang memerintahkan (mengajak) untuk bersedekah, kebaikan atau perdamaian antar manusia, barangsiapa yang melakukan itu karena mengharap keridhaan Allah niscaya kami akan berikan pahala yang besar”

QS. an-Nisaa’ 114

Dan Dia ﷻ berfirman juga :

وَ مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَموَالَهُم فِي سَبِيلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَت سَبعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَ اللّٰه يُضَاعِفُ لِمَن يَّشَاءُ وَ اللّٰه وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)

“Dan permisalan orang-orang yang berinfaq di jalan Allah (ikhlas karenaNya) seperti biji yang tumbuh darinya 7 tangkai, dan setiap tangkai tersebut tumbuh 100 biji, Allah melipatgandakan siapapun yang Dia kehendaki Allah maha luas lagi maha mengetahui”

QS. al-Baqarah 261


(فَمَن كَانَت هِجرَتُهُ إِلَى اللّٰه وَ رَسُولِهِ فَهِجرَتُهُ إِلَى اللّٰه وَ رَسُولِهِ)

“Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya”

Barangsiapa yang amalnya karena Allah ﷻ, seperti mereka yang berhijrah karena Allah maka amalan tersebut akan dibalas oleh Nya.


(وَ مَن كَانَت هِجرَتُهُ لدُنيَا يُصِيبُهَا أَو امرَئَةٍ يَنكِحُهَا فَهِجرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيهِ)

“akan tetapi barangsiapa yang hijrahnya demi dunia yang diraihnya atau demi wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya hanya untuk apa yang diniatkannya.”

Ada balaghah إخفاء (menyamarkan) niat yang berhijrah karena selain Allah, menunjukkan hinanya niat yang berhijrah tersebut, yang mana disana tidak disebutkan (إِلَى دُنيَا يُصِيبُها) ‘kepada dunia yang diraihnya’ namun disebutkan (إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيهِ) ‘kepada apa yang diniatkannya’.

Para pembaca yang Budiman rahmat Allah ﷻ selalu menyertai anda, marilah kita ikhlaskan niat kita karena sungguh ikhlas itu tidaklah mudah seperti yang diucapkan oleh orang banyak, jangankan kita, para imam besar pun mengakui sulitnya memperbaiki niat

Rasulullah ﷺ bersabda :

إنَّ أخوَفَ ما أخَافُ عَليكُم الشِركُ الأَصغَر

“Sungguh hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirk ashgar (syirik kecil)”

Para sahabat Radhiyallahu’anhum bertanya : “apa itu syirik ashgar?”

Rasulullah ﷺ menjawab :

الرِياءُ

“Riya’ “

HR. Ahmad 23.631

Apa itu riya’ ? Riya’ adalah melakukan suatu amalan atau meninggalkan nya karena Allah dan selainNya dalam satu amal

Imam Sufyan at-Tsauri rahimahullah berkata :

ما من شيءٍ أشَدُّ علَيَّ عِلَاجًا من أن أعالج نيّتي

Tiada hal yang sangat sulit ku perbaiki daripada memperbaiki niatku

Jangan sok hebat dalam memperbaiki niat, koreksi terus ibadah kita, amalan kita agar terhindar dari riya’ dan ikhlas karena Allah ﷻ. Hanya mereka yang ikhlas lah yang mendapat balasan terbaik dariNya kelak.


Daftar pustaka :

1. al-Qur’an al-Karim

2. Hadits Nabawi

3. Kitab Syarah Arba’in an-Nawawi karangan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah cetakan daar tsaarayaa 2004

4. Kitab Syarah al-Arba’in hadiitsan an-Nawawiyah karangan Ibnu Daqiq al-I’ed rahimahullah cetakan Maktabah fayshaliyah

Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

السلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته


Bekasi, 29 Juli 2019

Thariq Aziz al-Ahwadzy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *