السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah wa ‘alaa aalihi wa man saara ‘alaa nahjihi ila yaumi liqoo’i rabbihi amma ba’du
Setiap langkah kita, ada suka dan dukanya. Sering kita berharap menjadi lebih baik, namun seringkali realita tidak sebanding dengan cita-cita. Kita memang harus menjadi idealis dalam beberapa keadaan agar mendapatkan apa yang kita harapkan
Namun tatkala kegagalan yang datang silih berganti, membuat keadaan diri semakin runyam dan tak terkendali, ingin rasanya diri ini mundur karena merasa tak pantas untuk menjadi apa yang diharapkan
Baca Juga : 6 Wasiat Imam Syafi’i
Saat kita berhenti dan terhentak dalam suatu keadaan saat itulah kita bimbang untuk memulai sebuah perubahan
Dahulu kala seorang perampok pembegal kelas kakap, tak ada kafilah pun yang berani menghentikannya, dia pembegal yang berani dan tak terkalahkan, saking dikenalnya, namanya jadi bahan seorang ibu untuk menakuti anaknya yang rewel
Sampai suatu saat hatinya terpikat dengan seorang wanita cantik jelita, dia harap wanita itu mau dinikahinya, akan tetapi cinta bertepuk sebelah tangan, apa yang diharapkan belum menjadi kenyataan, sang wanita cantik itu menolaknya
Nafsu cinta membara dalam dada si perampok, timbul lah rasa untuk memilikinya, hingga suatu malam si perampok itu memanjat dinding si wanita pujaan hatinya, dengan harapan mendapat apa yang diinginkannya
Baca Juga : Istighfar adalah kunci kebaikan
Dilihat wanita manis itu berada dipojok rumah, sedang membaca ayat suci Alquran yang indah, termenunglah si perampok tadi karena keindahan suara wanita itu. Diperhatikannya dari kejauhan wanita pujaannya membaca Alqur’an sampai si wanita membaca
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ – ١٦
“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik” QS. al Hadid 16
Tak terasa hatinya bergetar, airmatanya membasahi wajahnya, dia langsung beranjak dari atas dinding yang dipanjatnya membersihkan dirinya dari segala dosa dan bermunajat kepada Rabbnya “Yaa Allah aku bertaubat mulai malam ini” isaknya. Bukanlah hal mudah untuk menjadi lebih baik, saat subuh sudah mulai menyingsing, Fudhail bin Iyadh pergi beranjak ke masjid untuk shalat bersama kaum muslimin lainnya, meski sepanjang jalan banyak yang merasa risih dengan kehadirannya, namun tekad untuk menjadi lebih baik sudah terpatri dalam dirinya
Mulai dari malam itu, dia kembali menuju jalan yang benar, dia mulai hidup barunya, sedang dia telah melewati setengah umurnya dengan keburukan yang timur dan barat pun mengetahuinya, dialah Imam Fudhail bin Iyadh, tak ada kata terlambat baginya untuk melakukan sebuah perubahan, inilah mission impossible yang sesungguhnya, meski dalam keadaan sulit, namun keyakinan dan tawakkal maka tidak ada yang impossible untuk mereka yang melakukannya
washallallahu ‘alaa nabiyyina wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man tabi’ah ilaa yaumil qiyamah
Bekasi, 21 Syawwal 1441H / 13 Juni 2020
Thariq Aziz al Ahwadzy
Daftar Pustaka :


Komentar