السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah wa ‘alaa aalihi wa man saara ‘alaa nahjihi ila yaumi liqoo’i rabbihi amma ba’du,
Setiap manusia terlahir tidaklah sia-sia, kita semua terlahir karena sebuah tujuan mulia, namun jarang yang menyadari kenyataan itu sebagai realita.
Alam dan seisinya juga tidaklah ada dengan sendirinya, semua terlahir dengan proses sempurna atas kehendak Rabbnya, tidak dengan kebetulan namun dengan kehendak dan kebenaran.
Makhluk dengan akal yang paling sempurna dan bentuk paling kompleks dengan banyak kemampuan di alam ini adalah kita, adalah manusia, why?
Kita lihat saja secara lahir, manusia bisa berenang di kedalaman air, namun sehebat-hebatnya ikan tak akan ada yang mampu berlari di tengah gurun tandus atau bahkan daratan rimbun sekalipun. Hebat bukan manusia ?
Semua kehebatan dan kemampuan yang kita miliki tidaklah sia-sia, tidak hanya digunakan untuk mengeksplorasi dunia dan alam semesta, tapi jauh dari itu, kita memiliki tujuan yang lebih mulia, yang lebih nyata dari sekedar berita, apa itu ?
Beribadah Kepada Sang Pencipta Allah jalla wa ‘alaa
Manusia dilahirkan, hidup dan akan mati, semua itu sebuah siklus nyata yang tak perlu kita ceritakan disini.
Apakah setelah kematian hanya akan berakhir seperti berakhirnya hubungan kamu dengannya ? apasih…
Tidak, karena kita akan dihadapkan dengan kehidupan kedua disana, kata siapa?
Jelas, karena semakin lama terlihat sudah umur bumi yang semakin menua, kerusakan dan bencana terjadi dimana-mana, semua ada kehendak dari Rabb semesta memberikan sinyal bahwa tidak ada yang abadi disini, semua akan lenyap dan mati, semua akan kembali kepada siapa yang menciptakannya, karena kehidupan itu adalah perjalanan, harus siap ditinggal dan meninggalkan
Itulah pentingnya tauhid, kita harus bisa mengenali mana jalan yang harus kita tempuh agar kita sampai dengan selamat ke final destination kita, tujuan akhir kita
Baca Juga : Kiat Istiqomah Dalam Beragama
Banyak yang menunjukan jalan, namun bukanlah jalan yang selamat, melainkan jalan yang sesat, jalan menuju kebinasaan, kita ditipu dengan banyaknya muslihat, padahal itu adalah fatamorgana di kehidupan kita yang singkat
Lalu Apa Itu Tauhid ?
Tauhid adalah Mengesakan Allah Rabb semesta alam dalam Penciptaan, Peribadahan, dan Dia memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat mulia[1]
Karena kita lahir bukanlah dengan tujuan yang sia-sia, kita hebat dan memiliki kemampuan, adalah sebuah kebodohan jika kita hidup hanya untuk bahagia dan mati menjadi sebuah akhir dari segalanya
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ – ١١٥
“Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” QS. Al Mukminun 115
Tauhid kita diajarkan untuk mengesakan Allah Rabb pencipta dan pengatur alam semesta ini, karena tidaklah mungkin semua tercipta dan terjadinya semua hal didunia ini dengan tiba-tiba dan sendirinya, semua atas kehendak Allah, semua takdir dan kejadian, jodoh dan kematian, rezeki dan kesengsaraan semua terjadi atas hikmahNya, maka hanya manusia yang mau menggunakan akal sehatnya saja yang bisa melihat hikmah dari setiap kejadian.
Tauhid adalah jalan kita mencapai tujuan, fokus kita sebagai manusia untuk hidup didunia yang tidak akan abadi apapun didalamnya
Sekali lagi, patut diingat, bahwa tujuan kita hanya untuk beribadah kepada Allah didunia ini, dan jadikan kehidupan kita berjalan untukNya, semua yang bertentangan dengan perintah dan menyalahi peraturanNya maka kita harus hindari, walaupun dunia ditawarkan kepada kita, karena semua milikNya dan tak ada yang abadi kecuali keridhaanNya
Baca Juga : Hanya Satu di SisiNya
Sebelum kita akhiri, kita simak firmanNya yang Allah sendiri sampaikan untuk semua hambaNya
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ – ٥٦
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” QS. Adz Dzariyat 56
Kita diciptakan olehNya, berjalan diatas perintahNya dan akan kembali ke sisiNya
Washallallahu ‘alaa nabiyyinaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man saara ‘alaa hadyihi ilaa yaumi liqaa’i rabbihi
[1] Kitab Al Qoulul Mufid ala Kitabit Tauhid 1/11karangan Syaikh Utsaimin rahimahullah
Thariq Aziz al Ahwadzy
Bekasi, 01 Juli 2020 / 9 Dzul Qo’dah 1441H


Komentar