Keutamaan Bulan Ramadhan (Daurah Ramadhan)

Daurah Ramadhan

السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

Bismillahi walhamdulillahi wasshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillahi Muhammad bin Abdillah, wa ‘alaa aalihi washahbihi wa man saara ‘alaa nahjihi ilaa yaumil qiyaamah, amma ba’du

Allah jadikan bulan Ramadhan bulan penuh keberkahan dan ampunan, Allah ajarkan kepada orang-orang yang beriman tentang arti ketakwaan padanya, dimana kita diminta melaksanakan perintahNya penuh ketaatan dan menjauhi segala laranganNya tanpa penolakan

Allah ﷻ berfirman dalam kitabnya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ – ١٨٣

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

QS. al Baqarah 183

Pada pembahasan kali ini, in syaa Allah akan saya sampaikan setidaknya 4 hadits berkaitan tentang keutamaan bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya

Pertama : Bulan Ramadhan adalah Bulan Turunnya Kitab-Kitab Suci

عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ وَالْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَأُنْزِلَ الْفُرْقَانُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

Dari Watsilah bin Al-Asqo’ bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

“Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrohim ‘alaihis salam diturunkan pada malam pertama dari bulan Ramadan, (Kitab) Taurot diturunkan pada enam hari di bulan Ramadhan, (Kitab) Injil diturunkan pada tiga belas (hari) di bulan Ramadhan, Dan (kitab) Al-Furqon (yakni Al-Qur’an) diturunkan pada dua puluh empat (hari) di bulan Ramadhan”.

Takhrij Hadits :

HR. Ahmad, no: 16984; Al-Ashbahani di dalam At-Targhib wat Tarhib, no. 1818; dll. Dihasankan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami’ush Shoghir, no. 1497 dan Silsilah Ash-Shohihah, no. 1575

Faidah Hadits :

1- Kewajiban mengimani kitab-kitab suci yang diturunkan dari Allah kepada para RosulNya.

2- Mengimani nama-nama kitab suci yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Seperti : Shuhuf Ibrahim, Taurat, Injil, dan Al-Qur’an.

3- Bimbingan dan rahmat Alloh kepada manusia, dengan menurunkan kitab suci sebagai petunjuk, dan para Nabi sebagai teladan.

4- Keutamaan Nabi Ibrohim, Musa, Isa, dan Muhammad ‘alaihimus shalatu was salam.

5- Keutamaan bulan Ramadhan, bulan turunnya kitab-kitab suci.

6- Kitab Al-Qur’an diturunkan pada dua puluh empat hari setelah lewat dari bulan Ramadhan, yaitu malam ke 25. Ini sesuai dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam ganjil dari sepertiga akhir bulan Ramadhan. Maka pendapat yang menyatakan bahwa nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhon kurang tepat, wallahu ‘alam.

7- Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an khusus untuk kaum tertentu dan pada waktu tertentu. Adapun Al-Qur’an adalah kitab suci untuk seluruh manusia sampai Hari Kiamat. Sehingga Al-Qur’an dijaga keasliannya oleh Allah Yang Maha Kuasa.


Kedua : Ramadhan Kesempatan Meninggikan Derajat

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ أَسْلَمَا، فَقُتِلَ أَحَدُهُمَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَأُخِّرَ الْآخَرُ بَعْدَ الْمَقْتُولِ سَنَةً ثُمَّ مَاتَ, قَالَ طَلْحَةُ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ فِي الْمَنَامِ، فَرَأَيْتُ الْآخِرَ مِنَ الرَّجُلَيْنِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْأَوَّلِ، فَأَصْبَحْتُ فَحَدَّثْتُ النَّاسَ بِذَلِكَ، فَبَلَغَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ، وَصَلَّى بَعْدَهُ سِتَّةَ آلَافِ رَكْعَةٍ، وَكَذَا وَكَذَا رَكْعَةً؟

Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah bahwa dua laki-laki dari Baliy (cabang suku Qudho’ah-pen) masuk Islam bersama-sama. Salah seorang dari keduanya terbunuh di jalan Alloh (yaitu:ikut berperang lalu mati syahid). Sedangkan yang lainnya hidup setahun setelah yang terbunuh, lalu meninggal dunia.

Thalhah berkata, “Aku bermimpi melihat surga, aku melihat orang yang mati terakhir dari keduanya dimasukan surga lebih dahulu dari orang yang pertama. Di waktu pagi aku menceritakannya kepada orang-orang (lalu mereka keheranan), dan hal itu sampai kepada Rasulullah . Maka beliau bersabda, “Bukankah dia (orang yang terakhir mati itu) berpuasa Ramadhan setelah yang pertama (meninggal dunia)? dan dia telah melakukan shalat enam ribu roka’at, dan sekian roka’at lainnya?”.

Takhrij Hadits :

HR. Abu Ya’ala di dalam Musnadnya, no. 648. Syaikh Husain Salim Asad berkata, “Para perowinya perowi-perowi kitab Shohih/Bukhori”

Di dalam riwayat lain disebutkan :


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم –  فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ 

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi”

(HR. Ibnu Majah, no. 1403; Ibnu Hibban, no. 2982. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib, no. 3366, Maktabul Ma’arif, cet. 1, th 1421 H/2000 M)

Faidah Hadits :

1- Kebaikan di dunia dan akhirat adalah dengan Islam.

2- Keutamaan terbunuh di jalan Allah, yaitu ikut berperang melawan orang-orang kafir dan mati syahid. Terbunuh atau dibunuh di jalan Allah, bukan bunuh diri dengan bom atau lainnya.

3- Mimpi ada yang benar datang dari Allah, namun ada juga yang datang dari syaithan. Maka semata-mata mimpi tidak bisa menjadi dalil keyakinan.

4- Shalat wajib dan mustahab, serta puasa Ramadhan meningkatkan derajat.

5- Semua orang beriman akan masuk surga dengan perbedaan derajat sesuai dengan amal shalihnya.

6- Bertemu Romadhon adalah kenikmatan dan kesempatan yang besar untuk menambah amal shalih. Lihatlah sebagian orang yang kita lihat pada Ramadhan tahun lalu sudah banyak yang meninggal dunia.

7- Sebaik-baik orang adalah yang berumur panjang dan beramal kebaikan. Sebagaimana seburuk-buruk orang adalah yang berumur panjang dan beramal keburukan, Wallahu a’lam.


Ketiga : Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka serta Dibelenggunya Para Syaithan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ

“إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu : bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Apabila bulan Romadhon telah tiba, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaitan-syaitan dibelenggu”

Takhrij Hadits :

HR. Bukhori, no. 3277; Muslim, no: 1079; ini lafazh Muslim.

Faidah Hadits :

1- Surga memiliki banyak pintu, yaitu 8 pintu, dan dibuka di bulan Ramadhan.

2- Neraka memiliki banyak pintu, yaitu 7 pintu, dan ditutup di bulan Ramadhan.

3- Meyakini adanya surga dan neraka, dan bahwa sekarang sudah ada wujudnya.

4- Syaitan-syaitan dibelenggu di bulan Ramadhan, sehingga tidak leluasa menyesatkan manusia seperti bulan-bulan lainnya.

5- Sebagian orang beranggapan bahwa hal-hal di atas hanyalah ‘ibarat atau gambaran saja tentang semangat taat, menjauhi maksiat, dan kelemahan syaithan menyesatkan manusia. Anggapan ini jika disertai tidak percaya kepada berita di atas tidak benar, sebab berita-berita dari Allah dan Rasul-Nya di dalam perkara ghoib harus diimani dan diterima apa adanya, sebab ini bukan bidang akal manusia.

6- Kewajiban mengimani perkara-perkara ghaib yang diberitakan oleh utusan Allah, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassallam.

7- Keutamaan bulan Romadhon dengan berbagai keistimewaan yang Allah berikan padanya. Wallahu ‘alam.


Keempat : Pahala Puasa Tanpa Batas

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ (الصَّوْمُ جُنَّةٌ، الصَّوْمُ جُنَّةٌ)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Rasulullah ﷺ bersabda :

“Semua amal anak Adam dilipatkan (pahalanya), yaitu satu kebaikan (pahalanya) sepuluh kalinya sampai tujuh ratus kali. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untukKu, dan Aku yang akan membalasnya. Dia (orang yang berpuasa itu) meninggalkan syahwatnya dan makannya karena sebab Aku’. Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan. Satu kegembiraan sewaktu berbukanya, dan satu kegembiraan sewaktu bertemu Rabbnya. Dan sesungguhnya bau mulutnya lebih wangi di sisi Alloh daripada bau minyak misk. (Puasa adalah tameng, puasa adalah tameng)”.

Takhrij Hadits :

HR. Muslim, no: 1151/164; dalam kurung riwayat Ahmad, no: 9714, 10175. Dishohihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takhrijul Musnad Ahmad

Faidah Hadits :

1- Karunia Allah sangat besar, satu kebaikan manusia dilipat-gandakan balasannya dengan sepuluh kalinya sampai tujuh ratus kali, kecuali puasa.

2- Keistimewaan keutamaan ibadah puasa, sebab pahalanya dilipat gandakan lebih dari tujuh ratus kali, bahkan pahalanya tanpa batas, sesuai dengan hikmah Allah Ta’ala.

3- Berpuasa harus ikhlas, yaitu meninggalkan syahwat dan makan minum di siang hari karena Allah.

4- Kegembiraan orang yang berpuasa di dunia dan di akhirat.

5- Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak misk (jenis minyak wangi yang berkwalitas tinggi).

6- Puasa adalah tameng yang digunakan seorang hamba untuk melindungi diri dari siksa neraka. Maka jangan rusak tameng itu dengan kemaksiatan.

7- Dunia adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat perhitungan dan pembalasan amal. Maka manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya

Ikhwatal Islam  a’azzaniyallahu wa iyyakum semoga apa yang anda baca saat ini bisa menambah semangat dalam beribadah dan kekuatan dalam menjalani puasa Ramadhan

Syukran Baarakallahu fiikum semoga bermanfaat

Silahkan di Share dapatkan kebaikan


Ditulis oleh Ustadz Muslim Atsari di Kabupaten Sragen

Di muraja’ah dan ditulis ulang oleh Thariq Aziz al Ahwadzy di Kota Bekasi

19 April 2021 – 07 Ramadhan 1442H


Baca Juga :

Bulan Ramadhan Kesempatan Melebur Dosa (Daurah Ramadhan)

Meraih Kemuliaan Dengan al Qur’an (Fadhail Amal)

Syarah Hadits Arbain ke (6) Halal dan Haram

 

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. April 20, 2021

    […] Keutamaan Bulan Ramadhan (Daurah Ramadhan) […]

  2. April 21, 2021

    […] Keutamaan Bulan Ramadhan (Daurah Ramadhan) […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: