Saya tidak marah kepada yang mengejutkan saya, dan saya pun tidak marah-marah sendiri alias ngedumel, saya terima apa adanya dengan senyuman, karena saya yakin ini adalah pelajaran dalam hidup saya
Begitupula dosa, sama halnya dengan kesalahan. Kita sebagai manusia, keturunan Nabi Adam alaihissalam, kita tak luput dari salah dan dosa, bahkan selalu melakukan keduanya, setiap hari atau bahkan setiap saat
Baginda Nabi ﷺ bersabda tentang hal itu
كُلُّ بَنِي آدَم خَطَّاء وَ خَير الخَطَّائِينَ التَّوَّابونَ
“Setiap anak keturunan Adam selalu berbuat salah, dan sebaik-baiknya mereka yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat” HR. Ibnu Majah 4251
Lihat… Itu sebuah hal yang wajar bukan? kita berbuat dosa dan salah ?
Lalu bagaimana ? apakah kita menganggap dosa dan kesalahan itu sebagai hal yang biasa, dalam artian kita maklumi dan kita anggap biasa saja “Aduh kok gw salah lagi yaa, buat dosa lagi, ah gak papalah namanya juga manusia, sans aja”
Salah bro, kita gak bisa memaklumi dosa dan kesalahan, namun kita harus memahaminya lalu memperbaikinya
Jadi kita gak boleh gitu aja nyerah sama dosa dan kesalahan, karena orang terbaik itu belajar dari pengalamannya bukan ? kan katanya “Guru terbaik adalah pengalaman”
Coba perhatiin ayat ini, Allah bercerita tentang orang-orang yang shaleh yang hebat, mereka akan meraih surgaNya karena telah melewati fase-fase kehidupan, dengan menjadi pembelajar yang bijak dan selalu mengevaluasi dirinya
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ – ١٣٥
“dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui“


Komentar