Bersalaman Setelah Shalat

السَّلامُ علَيكُم و رَحمَة اللّٰهِ و بَركَاتُه

Bismillah wasshalaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahu bi ihsaan ilaa yaumid diin, amma ba’du,

Kita sering sekali mendapati saudara-saudara kita semuslim setelah shalat fardhu bersalam-salaman, bahkan itu sudah menjadi tradisi yang seolah menjadi sebuah keharusan, namun apakah ada ajaran tersebut dari Rasulullah ﷺ akan hal tersebut? Apakah harus langsung bersalam-salaman setelah shalat fardhu? Mari kita simak jawabannya dari Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan :

Apa hukum bersalaman setelah shalat, apakah ada perbedaan hukum (bersalaman setelah shalat) fardhu dengan shalat sunnah?

Jawaban :

Hukum asal dari bersalaman itu saat bertemunya seorang muslim dengan muslim lainnya seperti itulah yang disyari’atkan, Nabi ﷺ menyalami sahabatnya radhiyallahu ‘anhum jikalau beliau bertemu dengan mereka, begitupula sebaliknya, saat mereka bertemu dengan beliau, mereka bersalaman dengan beliau ﷺ .

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dari as Sya’bi rahimahullahu ta’ala berkata :

“Para sahabat nabi ﷺ jikalau mereka saling bertemu mereka saling bersalaman, dan jika mereka baru pulang dari safar (perjalanan jauh-pen) mereka saling berpelukan (melepas kerinduan-pen).”

Dan terdapat dalam as Shahiihain bahwasanya Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu -salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga- berdiri dari halaqoh (majlis) nabi ﷺ di masjid beliau ﷺ menuju Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu tatkala Allah ampuni dosa beliau (karena tidak ikut perang bersama Rasulullah ﷺ di perang tabuk-pen) maka Thalhah menyalami beliau radhiyallahu ‘anhu dan memberikan ucapan selamat kepadanya atas taubatnya yang diterima oleh Allah ﷻ . Ini adalah perkara yang lazim terjadi di zaman Nabi ﷺ dan setelah beliau.

Dan datang dari Beliau ﷺ bahwasanya beliau ﷺ bersabda :

“Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian mereka berdua bersalaman kecuali berguguran dari mereka dosa-dosa keduanya sebagaimana daun berguguran dari pohonnya”

Disunnahkan bersalaman tatkala bertemu di masjid atau bertemu dalam satu shaff, jikalau belum sempat bersalaman sebelum shalat, maka bersalaman setelahnya sebagai wujud mengamalkan sunnah yang agung ini. Yang mana dengan bersalaman itu dapat menguatkan kasih dan menghilangkan permusuhan. Akan tetapi jikalau belum bersalaman sebelum shalat fardhu maka disyariatkan bersalaman setelahnya setelah selesai membaca dzikir yang disyariatkan (dzikir setelah shalat).

Adapun yang kebanyakan manusia lakukan adalah bergegas bersalaman setelah shalat fardhu saat salam kedua dari shalat selesai, maka aku tidak mengetahui asalnya dari mana hal tersebut, namun Makruh hukumnya hal tersebut karena tidak ada dalil yang mensyariatkannya, dan bahwasannya seorang yang shalat disyariatkan atasnya berdzikir sebagaimana dzikirnya Rasulullah ﷺ setelah salam, adapun shalat sunnah maka disyariatkan bersalaman langsung setelah shalat jika belum bersalaman sebelumnya, jika sudah maka sudah cukup.

Majmu’ Fatawaa wa maqaalaat Syaikh Ibnu Baz rahimahullah 11/199)

Disadur dari laman resmi Syaikh Bin Baz

Sumber

Para pembaca yang Budiman semoga Rahmat Allah ﷻ selalu menyertai anda, Sebagaimana fatwa diatas, kita dapat ambil kesimpulan bahwasanya bersalam-salaman setelah shalat adalah hal yang boleh bahkan termasuk sunnah jikalau belum bersalaman sebelumnya, dengan beberapa syarat,

  1. Tidak menjadikannya amalan khusus
  2. Tidak mewajibkan hal tersebut
  3. Tidak meyakini adanya pahala khusus salaman setelah shalat
  4. Bersalaman dengan yang terdekat

Untuk point pertama hingga ketiga agar kita tidak mengada-adakan sebuah amalan dengan logika kita tanpa adanya dalil yang shahih dari Rasulullah ﷺ terhadap hal tersebut, karena beliau ﷺ bersabda

مَن أَحدَثَ فِي أَمرِنَا هَذَا مَا لَيسَ مِنهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengadakan suatu perkara dalam perkara (ibadah) kami apa yang tidak ada (ajarannya) padanya maka tertolak” HR. Bukhari 2697 dan Muslim 1718

Washallallahu ‘alaa nabiyyi wa sallam, selesai dengan izin Allah ‘azaa wa jalla

13 September 2019/13 Muharram 1441
Ma’had Tarbiyah Insan Bekasi

Thariq Aziz al-Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: