fatwa
Beranda / Fatawa / Bagaimana Jika Arafah di Saudi berbeda dengan Arafah di negeri kita?

Bagaimana Jika Arafah di Saudi berbeda dengan Arafah di negeri kita?

Reading Time: 2 minutes

السَّلام علَيكُم و رحمَةُ اللهِ وَ برَكَاتُه

Bagaimana jika di saudi belum memasuki tanggal 9 Dzulhijjah dan mereka yang berhaji belum melakukan wukuf di arafah? Apakah kita bisa menjalankan sunnah puasa arafah karena di Indonesia besok sudah masuk tanggal 9 Dzulhijjah 1441 H ?

? Pertanyaan

Bismillah wal hamdulillah wasshalaatu wassalaamu ‘alaa khitaamil anbiyaa’ wal mursaliin, sayyidil arabi wal ‘ajam, Muhammad bin Abdillah wa ‘alaa man tabi’ahu ilaa yaumil qiyamah, amma ba’du

Perbedaan waktu ini, haruslah disesuaikan dengan hilal di negeri masing-masing, bukan dengan mengikuti waktu negeri lainnya

Karena Rasulullah ﷺ bersabda

إِذَا رَأيتُموهُ فَصُومُوا وَ إِذَا رَأيتُمُوه فَأَفطِرُوا, فَإِن غُمَّ عَلَيكُم فَاقدرُوا لهُ

“Jika kalian melihatnya (Hilal) maka berpuasalah, jika kalian melihatnya (hilal syawwal) maka berbukalah (Ied), namun jika kalian tertutupi (awan) sehingga tidak melihatnya, maka tundalah (dengan menggenapkan 30 hari)”

Apakah Allah Mentakdirkan Keburukan (Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin)

HR. Bukhari 1900

Dan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dari Kuraib yang menyampaikan bahwa beliau dimintakan tolong oleh Ummu al fadhl untuk menemui Mu’awiyah bin Abi Sufyan di syam untuk suatu urusan. Selepasnya urusan tersebut selesai, beliau hendak kembali ke madinah, dan saat itu sudah memasuki tanggal 1 ramadan sedang dia masih di syam

Setelah sampai di madinah dalam perjalanan 1 bulan lamanya, beliau bertemu dengan ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, lalu Ibnu Abbas bertanya kepadanya

“Kapankah kalian melihat hilal?”

Beliau menjawab

Hukum Mendengarkan Nasyid (Fatwa Syaikh Ibnu Baaz)

“Aku melihatnya pada malam jum’at dan kami dan warga syam serta mu’awiyah berpuasa”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata

“Adapun kami disini, melihat hilal pada malam sabtu, kami senantiasa berpuasa hingga kami sempurnakan 30 hari atau melihat hilal (syawwal nanti)”

Kuraib bertanya kepada Ibnu Abbas

“Mengapa engkau tidak mengikuti Rukyahnya Mu’awiyah?”

Hukum Larangan Memotong Kuku dan Rambut Saat Hendak Berkurban

Ibnu Abbas menjawab

“Tidak, Rasul kita mengajarkan kita seperti ini”

HR. Muslim 1087

Dan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala juga pernah ditanya masalah ini

Beliau rahimahullah menjawab

“Perkara ini adalah turunan dari perselisihan para ulama, apakah hilal diseluruh dunia ini satu atau berbeda-beda setiap daerahnya, yang benar dalam perkara ini adalah, berbeda-beda setiap daerahnya”

Kitab Majmu’ Fatawa wa rasaa’il Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin 20:47-48

Jadi kesimpulannya

Kita mengikuti waktu dan hilal setempat saja, karena itu adalah apa yang diajarkan baginda nabi kita dan diamalkan oleh para sahabatnya

Wallahu a’lam bisshawwab


Akhukum fillah Thariq Aziz

Dirangkum dari jawaban Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam tulisannya “Amalan Awal Dzulhijjah“

Sumber Gambar

Baca Juga

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Amalan 10 Hari Bulan Dzulhijjah

Hukum Bersalaman Setelah Shalat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *