Dalil Bolehnya Makan dan Minum Sambil Berdiri
- Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma
سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ
“Aku tuangkan air zam-zam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beliau meminumnya dalam keadaan berdiri”
HR. Bukhari 1637 dan Muslim 2027
- Diriwayatkan juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu tatkala beliau minum sambil berdiri
إِنَّ نَاسًا يَكْرَهُ أَحَدُهُمْ أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ قَائِمٌ ، وَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ
“Orang-orang tidak suka melihat saudaranya minum sambil berdiri, padahal aku sendiri melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan apa yang aku lakukan ini (minum sambil berdiri”
- Dalam riwayat lain juga dijelaskan, dari Abdillah bin Umar radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,
كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي ، وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ
“Dahulu kami makan pada masa nabi ﷺ sambil berjalan, dan kami minum dalam keadaan berdiri”
HR. Attirmidzy 1881 dishahihkan oleh syaikh al Albani
Lalu bagaimana kita menyikapi ini ?
Para ulama menjelaskan bahwa, semua hadits tersebut shahih dan korelasi antara dalil-dalil tadi adalah hukum Makruh nya makan dan minum sambil berdiri, meskipun boleh namun duduk lebih utama sebagaimana yang dijelaskan syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah, syaikh Shalih al Munajjid hafidzhahullah dan selain mereka
Washallallahu ‘alaa nabiyyina muhammad wa ‘alaa aalihi wa man waalah
Akhukum Fillah Thariq Aziz al Ahwadzy
18 Dzulhijjah 1441H
di Kota Bekasi
Baca Juga :


Komentar