Khutbah Jum’at Dosa Besar yang Dianggap Ringan
Serial Khutbah – 01
Bismillahi wal hamdulillah, wasshalaatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalah, amma ba’du
Dosa Besar yang Dianggap Ringan
Ust Thariq Aziz Alahwadzy
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ—-
–يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا—
–يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا—
أَمَّا بَعْد
Bismillah wasshalaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahu bi ihsaan ilaa yaumid diin, amma ba’du,
Hidup ini, telah lama kita menjalaninya, dalam hidup ini banyak hal dan perkara yang telah kita lalui, yang telah kita rasakan, karena kehidupan adalah sebuah perjalanan menuju Nya maka banyak hal pula yang telah berlalu maupun yang akan datang kelak.
Namun, tahukah kita?, dalam hidup ini ada satu dosa besar yang sering kita anggap sepele, sering kita anggap remeh, mungkin banyak, tapi… dosa ini sepertinya mayoritas kaum muslimin menganggap biasa hal tersebut. Ketahuilah dosa ini lebih besar dari Membunuh, lebih keji dari Zina, dan lebih jahat dari Pencurian, bukan dosa yang main-main dimata Allah ﷻ , dosa apakah itu?
Dosa meninggalkan shalat, ya shahih meninggalkan shalat adalah dosa yang besar teramat besar, seperti hal yang remeh bukan? Saat kita dengar “Fulan berzina” sontak jiwa ini tercengang, dan anggap fulan itu pendosa besar harus dicambuk, harus dirajam, harus dikucilkan. Saat kita dengar “Fulan membunuh” sontak khalayak bersatu untuk membalas keburukan perbuatan fulan tersebut, dia harus di qishas harus bayar kaffarah sekian dan sekian, dikucilkanlah pelakunya, dihina pula keluarganya. Namun saat kita dengar “Fulan gak shalat shubuh tadi” , “Fulan jarang shalat”, “Fulan mah gak pernah shalat”, apa yang kita rasakan? Apa yang khalayak lakukan?, tenang-tenang saja, tak ada gemuruh kemarahan bahkan untuk menegurnya saja sungkan, wallahul musta’an
Bukankah penghuni neraka kekal didalamnya karena mereka meninggalkan shalat?
Allah ﷻ berfirman :
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ – قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ –
“Apa yang sebabkan kalian masuk ke neraka Saqor?” (42) Mereka menjawab “Kami dahulu bukanlah orang-orang yang shalat” (43)
Lalu masihkah kita menganggap remeh dosa shalat padahal amal yang pertamakali ditanya adalah shalat. Rasulullah ﷺ bersabda :
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَومَ القِيَامَة مِن أَعمَالِهم ’الصَّلَاة’
“Sesungguhnya amalan seseorang yang paling pertama di hisab di hari kiamat kelak (adalah) shalatnya” HR. Abu Daud 864, 865, 866
Dapat dibayangkan para pembaca yang budiman yang semoga rahmat Allah ﷻ tercurah padamu, saat amal yang pertamakali di hisab kelak adalah amalan yang rusak, tidak sempurna bahkan tidak ada wal’iyaadzubillah apa yang akan terjadi dengan amal-amal setelahnya?
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ منِّيْ وَمِنْكُمْ تَلاَوَتَهُ إِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah Kedua :
Cukuplah besarnya dosa meninggalkan shalat itu dengan dipertanyakan keislaman seseorang, sebagian ‘Ulama menghukumi mereka KAFIR sebagian lagi menghukumi mereka PELAKU DOSA BESAR, bukankah rasulullah ﷺ bersabda :
“Pembeda seorang muslim dengan (pelaku) kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”
HR. Muslim 82
Beliau ﷺ juga bersabda :
“Pembatas antara kita (muslim) dengan mereka (kafir) adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya maka telah kafir”
HR. At-tirmidzy 2621
Marilah kita jaga shalat kita, jaga saudara-saudara kita dari besarnya dosa meninggalkan shalat jangan sampai api neraka menyentuh saudara dan keluarga kita, jangan sampai pedihnya siksa menyentuh orang yang kita cintai, ingatkanlah mereka, jadilah teladan yang baik buat lingkungan kita, rasulullah ﷺ bersabda :
من سن في الإسلام سنة حسنة كان له أجرها وأجر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا
“Barangsiapa yang memulai (kembali) sunnah (amalan) yang baik dalam islam maka baginya pahala kebaikan tersebut dan pahala siapapun yang mengikutinya beramal tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun”
Ikhwatal Islam ‘azzaniyyallahu wa iyyakum, tidak terasa kita sudah berada di penghujung hari jum’at yang mulia dan penuh berkah ini, yang mana diantara sunnah – sunnah nabi yang dianjurkan untuk dilakukan di hari jum’at ini adalah perbanyak shalawat kepadanya
Allah ﷻ berfirman
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا – ٥٦
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
للَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وإِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin
السلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته
Bekasi, 15 Dzul hijjah 1440H
Thariq Aziz al-Ahwadzy
Baca Juga :
Hukum Mendengarkan Nasyid (Fatwa Syaikh Ibnu Baaz)
KALIMAT UNTUK IKHWAN DAN AKHWAT YANG TINGGAL DENGAN MASYARAKAT
Apakah Allah Mentakdirkan Keburukan (Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin)


Komentar