Khutbah Jum’at 06 – Faidah Penuh Makna Surat al Ashr

Khutbah Faidah Tafsir al Ashr


Faidah Penuh Makna Surat al Ashr

Ust Thariq Aziz Alahwadzy

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ—-

–يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا—

–يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا—

أَمَّا بَعْد

Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertatap muka ditempat yang paling mulia dari semua tempat dimuka bumiNya yang semoga semua kita selalu dalam keberkahan dan rahmat dariNya dalam keadaan sehat wal ‘afiyat, sungguh segala kemudahan yang Allah berikan untuk hambaNya dan nikmat yang tak kan terhitung jumlahnya

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad ﷺ yang telah menuntun kita ummat manusia dari jalan kegelapan menuju terangnya jalan keimanan

Ahibbati fillah ’azzaniyallahu waiyyakum

Berulang kali Allah ﷻ menuntun kita untuk selalu bertakwa kepadaNya, dan sesungguhnya Allah ﷻ telah menyiapkan segala hal yang menyenangkan hati untuk orang-orang yang bertakwa

Allah ﷻ berfirman

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ – ١٣٣

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa

Qs. Ali Imran 133

Menjadi seorang muslim yang baik adalah menjadi mukmin yang bertakwa, takwa dalam artian berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan segala perintahNya dan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi laranganNya. Ketakwaan adalah proses yang mulia dengan ganjaran yang teramat sangat mulia, SurgaNya yang kekal abadi

Ahibbati fillah ’azzaniyyalahu wa iyyakum

Menjadi muslim yang baik adalah menjadi pribadi yang hebat dan disiplin, menjadi pribadi yang tangguh lagi visioner, tidak rapuh dan tidak mudah jatuh, memiliki tujuan mulia dalam hidupnya the great purpose dalam setiap langkahnya

Nabi ﷺ mengabarkan dalam salah satu sabdanya

المؤمنُ القويُّ خيرٌ وأحبُّ إلى اللهِ مِنَ المؤمنِ الضَّعيفِ وفي كلٍّ خيرٌ

Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah namun disetiap keduanya memiliki kebaikan”

HR. Muslim 2664

Seorang mukmin yang kuat imannya kuat mentalnya dan kuat pula semangatnya adalah orang – orang yang hebat diantara mukmin lainnya, Rasulullah ﷺ ajarkan kita agar menjadi pribadi yang kuat dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, sebagaimana yang beliau sabdakan setelahnya

احْرِصْ على ما يَنفعُكَ، واسْتَعنْ باللهِ ولا تَعجزْ

Bersemangatlah engkau terhadap hal yang bermanfaat bagimu!, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan Lemah!”

HR. Muslim 2664

Beliau ﷺ perintahkan kita agar bersemangat dalam setiap hal yang bermanfaat !, bersemangat dalam menuntut ilmu, bersemangat dalam beribadah, bersemangat dalam mengembangkan diri, bersemangat menjadi manusia yang bermanfaat, menjadi mukmin yang akan dikenang namanya sebagai pribadi yang baik pribadi yang saat orang kehilangannya, namun jasa dan kebaikannya terus ada dan tetap ada, karena sebaik – baik orang mukmin adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain

Menjadi Pribadi yang Baik Dengan Satu Modal Utama

Menjadi pribadi yang baik membutuhkan satu modal utama, yang mana semua manusia dan seluruh makhluk di alam semesta memilikinya, yaitu Waktu, begitu urgen dan pentingnya waktu bagi kita.

Allah ﷻ ajarkan kepada kita bahwa waktu adalah modal utama manusia, diantara manusia ada yang menggunakan waktunya dengan baik sehingga dia beruntung sebagian lainnya menyia – nyiakan waktu yang ada sehingga dia menyesal

Saking urgennya waktu, di Al Qur’an ada satu surat yang hanya berisi tentang waktu, surat yang teramat singkat namun padat dan sarat makna, bahkan al Imam asy Syafi’i rahimahullah sang alim ulama dunia pernah berkata menggambarkan betapa agungnya pesan yang tersampai dalam surat ini dalam sebuah perkataannya yang masyhur dalam kitabnya Tafsir al Imam as Syafi’i 1461/3

لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم

“Seandainya Allah tidak menurunkan Hujjah terhadap makhluknya kecuali surat ini (surat al ‘ashr) maka sungguh telah cukup”

Meskipun surat ini begitu ringkas namun makna yang dikandungnya amatlah luas, sehingga jikalau di muka bumi ini hanya ada satu surat ini saja yang Allah turunkan maka niscaya menjadi cukup sebagai pengingat untuk hamba – hambaNya

Allah ﷻ memulai firmanNya bersumpah dengan waktu, menggambarkan betapa agung dan besarnya urgensi waktu itu sendiri, setiap kita memilikinya, dengannya kita bisa menjadi pribadi yang hebat dan dengannya pula kita bisa gagal dan merana

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

وَالْعَصْرِۙ – ١

“Demi masa,”

103:1

Kemudian Allah ﷻ menggambarkan bahwa banyak dari manusia yang melalaikan waktu, yang tidak memanfaatkan waktu itu dengan sebaik – baiknya, yang tidak menjadikan waktu sebagai sarana kesuksesannya di dunia dan akhiratnya, mereka adalah mayoritas dari kita,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ – ٢

“sungguh, manusia berada dalam kerugian,”

103:2

Sungguh amat merugi manusia, melalaikan setiap detik dalam hidupnya. Namun ada sebagian dari kita, dari manusia yang sadar akan urgensi dari waktu dalam hidupnya, yang berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki jalan hidupnya, yang beramal kebajikan melakukan hal yang bermanfaat untuk menapaki kesuksesannya di dunia dan di akhiratnya kelak, mereka yang Allah ﷻ sebutkan di akhir surat yang mulia ini,

 

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ – ٣

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”

103:3

Mereka adalah orang – orang yang Allah kecualikan, mereka beriman dan beramal kebaikan, mereka memanfaatkan waktunya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, mereka saling menasihati saudaranya dalam kebenaran dan kesabaran, maka jadilah kita bagian dari mereka jika belum bisa maka jadikanlah orang – orang seperti mereka teman baik kita, semoga dengan itu kita bisa menjadi seperti mereka, karena pepatah arab mengatakan

الصاحب الساحب

Teman dekat itu mengikat

Teman dekat itu menarik kita, membawa kita, jika mereka baik, kita akan terikut, jika mereka buruk, maka tiada saran dan nasihat dari mereka kecuali menuju kebinasaan

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ منِّيْ وَمِنْكُمْ تَلاَوَتَهُ إِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ


Khutbah Kedua

الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على النبى المصطفى وعلى اله واصحابه اهل الوفاء والتابعين ومن بهداهم اقتفى

Ahibbati fillah rohimanii wa rohimakumullah…

Marilah kita terus berusaha menjadi manusia terbaik, mukmin yang mulia, memiliki cita – cita dan tujuan yang mulia, berhati besar yakin akan setiap keberhasilan adalah anugerah dari Allah, terus memotivasi diri agar bisa menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi ummat

Gantungkanlah impian setinggi langit, jikalau engkau terjatuh, engkau terjatuh diantara bintang gemintang !

Tanamkanlah optimisme dalam diri, jadikanlah itu bahan bakar semangat kita menjalani hari, impianmu adalah komitmenmu, dan optimismu terhadap kesuksesan di dunia maupun di akhirat adalah batas langkahmu!

Dahulu ada 4 orang pemuda belia yang memiliki impian mulia, Abdullah bin Umar (Meminta surga), Urwah Bin Zubair (Menjadi Fuqoha sab’ah), Mush’ab bin Zubair (menjadi Gubernur Basrah Iraq), Abdul Malik bin Marwan (Menjadi Khalifah ke 5 bani Umayyah setelah ayahnya Marwan bin al Hakam)

Maka teruslah berusaha menjadi baik, manfaatkanlah setiap kesempatan yang kita miliki, manfaatkanlah setiap waktu yang kita lewati, jadikanlah kita orang – orang yang bersusah payah sedini mungkin agar kelak menuai hasil kerja keras kita, merasakan manisnya iman dan kebahagiaan di dunia maupun diakhirat

Tetapkan mimpi terbaikmu !, buatlah plan langkah demi langkah menggapainya, jadilah muslim yang visioner !, muslim yang memiliki harapan yang tinggi, muslim yang memiliki cita – cita yang agung dan tinggi, dan ketahuilah cita – cita yang paling tinggi seorang hamba adalah surgaNya dan melihat wajahNya diakhirat kelak

Ikhwatal Islam ‘azzaniyyallahu wa iyyakum, tidak terasa kita sudah berada di penghujung hari jum’at yang mulia dan penuh berkah ini, yang mana diantara sunnah – sunnah nabi yang dianjurkan untuk dilakukan di hari jum’at ini adalah perbanyak shalawat kepadanya

Allah ﷻ  berfirman

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا – ٥٦

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

للَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وإِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Bekasi, 22 Desember 2021 / 17 Jumadal Ula 1443H

Pondok Hijau Permai Bekasi


Baca Juga :

Hukum Larangan Memotong Kuku dan Rambut Saat Hendak Berkurban

Hukum Bertawassul Kepada Selain Allah

Khutbah Jum’at : Kesempurnaan Akal Ada Dikemuliaan Akhlak

Sahabat Muslim

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: