Kesempurnaan Akal Ada Dikemuliaan Akhlak
Ust Thariq Aziz Alahwadzy
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
–يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْد
Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertatap muka dimasjid yang semoga selalu dalam keberkahan dan rahmat dariNya dalam keadaan sehat wal ‘afiyat serta segala kemudahan yang Allah berikan untuk hambaNya dan nikmat yang tak kan terhitung jumlahnya
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad ﷺ yang telah menuntun kita ummat manusia dari jalan kegelapan menuju terangnya jalan keimanan
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu waiyyakum …
Allah ﷻ jadikan kita sebagai manusia, manusia adalah makhluk paling sempurna, makhluk mutakhir yang Allah ciptakan untuk menghuni dunia, makhluk paling indah yang ada di alam semesta sebagai mana firman Allah ﷻ
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ – ٤
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu waiyyakum …
Allah ﷻ keluarkan kita ke muka bumi dalam keadaan papa dan tidak mengetahui apa-apa, tidak mengetahui kecuali tangis dan tawa, Allah mulai kita dari hal yang sama, Allah ﷻ berfirman
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun”
Kemudian Allah ﷻ anugerahkan kita dengan anugerah yang sangat bermanfaat, dan tiada cela terhadapnya
Allah anugerahkan kepada kita pendengaran
وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ
“dan Dia memberimu pendengaran,”
Allah anugerahkan kepada kita pengelihatan
وَالْاَبْصَارَ
“dan penglihatan,”
dan Allah anugerahkan kepada kita akal dan hati untuk merenung dan berpikir
وَالْاَفْـِٕدَةَ
“dan hati nurani,”
Allah anugerahkan itu semua kepada kita, secara Cuma-Cuma, Allah anugerahkan kepada kita kenikmatan-kenikmatan tadi agar kita bisa memahami dan menyempurnakan akal lalu kita bersyukur padaNya
لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ – ٧٨
“agar kamu bersyukur”
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu wa iyyakum …
Malaikat diciptakan dengan akal dan hati nurani namun mereka tidak memiliki syahwat birahi, hewan diciptakan dengan nafsu birahi dan insting namun mereka tidak memiliki akal sehat dan nurani
Sedangkan kita manusia, adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan dengan Akal sehat dan nurani serta Syahwat dan Birahi, maha suci Allah yang telah menyempurnakan ciptaanNya
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala berkata dalam kitabnya add da’ waddawaa’
“Sesungguhnya malaikat diciptakan dari cahaya dengan akal dan nurani, dan hewan diciptakan dengan syahwat dan birahi, sedangkan manusia diciptakan dengan akal nurani dan syahwat serta birahi. Seandainya manusia menggunakan akal dan hatinya jauh lebih dari mereka menggunakan syahwat dan nafsunya, niscaya mereka menjadi lebih mulia dari Malaikat, dan jika manusia menggunakan hawa nafsunya diatas akal sehat dan hatinya, niscaya hewan lebih baik darinya”
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu wa iyyakum …
Diantara kesempurnaan akal seorang insan, adalah sempurnanya penghambaan dirinya kepada Allah ﷻ dan kebaikan akhlaknya
Allah ﷻ menuntun kita didunia yang luas dan fana ini, agar senantiasa mengikuti seorang nabi, seorang panutan yang bisa menyelamatkan kita dari keburukan dunia, Allah ﷻ meminta kita untuk meneladani Rasulullah Muhammad ﷺ dalam ibadah dan mu’amalah
Allah ﷺ berfirman
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ – ٢١
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”
Sungguh nabi kita Muhammad ﷺ memiliki perangai yang anggun, budi pekerti yang luhur, dan akhlak yang mulia, sebagaimana firman Allah ﷻ
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ – ٤
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”
Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia, sebagaimana sabdanya
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.” (HR. Ahmad)
Maka tidak mengherankan jika islam menjunjung tinggi akhlak mulia, karena akhlak mulia adalah cirikhas kaum muslimin, ciri khas ahlus sunnah wal jama’ah, ciri khas manusia-manusia bernilai tinggi, manusia – manusia terhormat dimuka bumi, karena tanpa akhlak mulia, semua orang akan dipandang buruk dan sebelah mata
Sungguh kesempurnaan akhlak seseorang menunjukkan kesempurnaan akal dan hatinya, maka tidak heran jika baginda nabi ﷺ bersabda
إنَّ مِن أحبِّكم إليَّ وأقربِكُم منِّي مجلسًا يومَ القيامةِ أحاسنَكُم أخلاقًا
“ Sesungguhnya diantara kalian yang paling aku cintai dan yang paling dekat denganku kedudukannya dihari kiamat kelak, adalah yang paling baik akhlaknya”
Sungguh amalan dan perkara yang paling berat di sisi Allah ﷻ tiada lain dan tiada bukan adalah Akhlak yang mulia, sebagaimana sabda nabi ﷺ
مَا مِنْ شَيءٍ أَثْقَلُ في ميزَانِ المُؤمِنِ يَومَ القِيامة مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ،
“Tiada sesuatu yang lebih berat di Mizan seorang mukmin pada hari kiamat kecuali akhlak yang baik”
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu wa iyyakum …
Diantara kebaikan akhlak yang dicerminkan nabi Muhammad ﷺ adalah kebaikan tutur kata, kebaikan perbuatan, mudah bergaul, tidak suka menyakiti dan tidak suka mencela
Dalam sabdanya lanjutan dari hadits sebelumnya
وإِنَّ اللَّه يُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِيء
“dan Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan buruk”
Dalam sabdanya juga nabi kita pernah menjelaskan tentang siapa itu mereka yang berakhlak mulia
إن أحبكم إلي أحاسنكم أخلاقاالموطّؤون أكنافا الذين يألفون ويؤلفون
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya, mereka adalah yang mudah dalam bergaul, kalian mudah bergaul dengannya dan dia mudah bergaul dengan kalian”
Sungguh tinggi derajat seorang mukmin yang berakhlak mulia, bahkan derajatnya menyamai seorang yang berpuasa sepanjang hari dan bertahajjud sepanjang malam, meski terlihat sepele akhlak yang terpuji itu, namun sungguh agung keutamaannya, sebagaimana sabda nabi ﷺ
إن المؤمن ليدرك بحسن خلقه درجة الصائم القائم
”Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan derajat seorang yang berpuasa (sepanjang hari) dan seorang yang bertahajjud (sepanjang malam) dengan akhlaknya yang mulia”
Seyogyanya kita sebagai penuntut ilmu untuk berhias dengan akhlak yang mulia, berbudi luhur dan bertutur kata yang baik, karena kita mempelajari kitabullah dan sunnah rasulullah serta perlu kita tuk mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, karena akhlak yang baik adalah ciri khas seorang muslim, ciri khas ahlussunnah wal jama’ah dan gambaran nyata seorang manusia dengan akal dan nurani yang sempurna
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ منِّيْ وَمِنْكُمْ تَلاَوَتَهُ إِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah Kedua
الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على النبى المصطفى وعلى اله واصحابه اهل الوفاء والتابعين ومن بهداهم اقتفى
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu waiyyakum …
Yaa Thalabatal Ilmi rahimani wa rahimakumullah …
Sungguh berat jiwa ini untuk kita arahkan agar menjadi pribadi yang baik dan sempurna, karena sungguh jiwa selalu mengajak kepada keburukan sebagaimana firman Allah ta’ala
۞ وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ – ٥٣
“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang”
Namun kita sebagai seorang muslim yang selalu berusaha semaksimal mungkin kemudian menyerahkannya kepada Allah ﷻ sudah sepatutnya kita meminta pertolongan dengan berdoa dan senantiasa berharap kemudahan dari Allah ﷻ, diantara doa yang diajarkan nabi Muhammad ﷺ untuk meraih akhlak yang mulia adalah doa saat dimana kita berkaca dicermin
اللهم كما حسّنت خَلقي فحسّن خُلقي
“Ya Allah, sebagaimana Engkau memperbagus badanku maka perbaguslah akhlakku.”
Dan doa lainnya yang diajarkan oleh nabi kita
اللّهم اهدني لأحسن الأخلاق، لا يهدي لأحسنها إلا أنت، واصرف عنِّي سيِّئها، لا يصرف عنِّي سيِّئها إلا أنت
“Yaa Allah tunjukanlah kepadaku akhlak yang mulia, tiada yang menunjukanku kepadanya kecuali engkau, dan jauhkanlah aku dari akhlak yang tercela dan tiada yang dapat menghindarkan aku darinya kecuali engkau”
Sudah seyogyanya kita mengamalkan doa ini diikuti dengan usaha kita untuk menjadi pribadi yang baik dengan izinNya
Ahibbati fillah a’azzaniyallahu wa iyyakum…
Hari ini adalah hari terbaik dari hari – hari selainnya, di hari jum’at yang penuh berkah ini kita dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah, perbanyak shalawat kepada nabiNya
Allah ﷻ berfirman
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا – ٥٦
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Bekasi, 27 Agustus 2021 / 27 Muharram 1443H
Ma’had Tahfidz Tarbiyah Insan Bekasi
Hukum Larangan Memotong Kuku dan Rambut Saat Hendak Berkurban


Komentar