Shalat Taubat Bagaimana Itu ?

Bismillah wasshalaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa man tabi’ahu bi ihsaan ilaa yaumid diin, amma ba’du,

Shalat taubat, adalah shalat dua raka’at yang dilakukan seorang hamba untuk bertaubat kepada Allah ﷻ , namun pertanyaannya? adakah tuntunan dari Shalat tersebut?

Ada hadits dari Abu bakr as Shiddiq  radhiyallahu ‘anhu bahwasannya beliau berkata : aku dengar Rasulullah ﷺ bersabda

مَا مِن عَبدٍ يُذنِبُ ذَنبًا فَيُحسِنُ الطُّهُورُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكعَتينِ ثُمَّ يَستَغفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ اللهُ لهُ

“Tidaklah seorang hamba, melakukan perbuatan dosa, kemudian dia bersuci (berwudhu) kemudian berdiri untuk shalat dua raka’at kemudian beristighfar kepada Allah, kecuali Allah akan ampuni dosanya”  HR. Abu Daud 1521, dishahihkan oleh Syaikh al Albani  rahimahullahu ta’ala

dan ada beberapa hadits lainnya yang menunjukkan hal tersebut.

Dari hadits diatas kita bisa simpulkan bahwa shalat taubat itu ada dalilnya dan sunnah hukumnya, melakukannya adalah sebuah keutamaan sebagaimana yang Allah ﷻ  firmankan dalam kitabNya

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui” QS. Ali ‘Imran 135

Keutamaan menjadi seorang hamba yang apabila berdosa langsung bersimpuh untuk  bertaubat kepada Allah ﷻ.

Dari hadits diatas pula kita dapat simpulkan bagaimana tatacara shalat Taubat yang benar,

1. Langsung melaksanakannya setelah melakukan sebuah dosa

2. Berwudhu seperti shalat biasa

3. Berdiri untuk shalat

4. Dilakukan dengan 2 raka’at satu salam

5. Beristighfar setelahnya dan meminta ampun kepada Allah atas dosa yang diperbuatnya

Tidak ada bacaan khusus untuk shalat taubat ini maka bebas untuk membaca surat apa saja (setelah al Fatihah) dalam shalat ini, dianjurkan untuk dilakukan bagi mereka yang hendak bertaubat dari dosanya yang telah diakuinya

Dan dianjurkan bagi orang yang telah melaksanakan shalat ini untuk menyertakan amalan-amalan shalih lainnya, untuk menyempurnakan catatan amal baiknya di akhirat kelak, dianjurkan untuk banyak berdzikir, bersedakah, dan melakukan ibadah-ibadah lainnya guna membersihkan dirinya dan hatinya dari belenggu dosa.

Shalat taubat ini juga harus diikuti dengan serangkaian syarat Taubat Nasuha,

  1. Menyesali Perbuatan dosa tersebut karena Allah (ikhlas menyesalinya karena malu atau takut akan adzab Allah)
  2. Bertekad kuat untuk tidak melakukan kembali dosa tersebut
  3. Melepaskan diri dari dosa tersebut, jika dosanya berhubungan dengan Manusia, maka harus meminta kehalalannya terlebih dahulu, jika berkaitan dengan harta atau jiwa maka minta keridhaannya atau menggantinya (bertanggungjawab), jika berkaitan dengan harga dirinya atau perasaannya maka harus meminta maafnya
  4. Melakukannya sebelum tertutupnya pintu taubat (saat nafas telah sampai di tenggorokan atau terbitnya matahari dari barat)
  5. Sertakan amalan shalih setelahnya untuk menghapus jejak-jejak kelam dari dosanya tersebut

Para pembaca yang budiman, semoga rahmat Allah ﷻ  selalu bersama anda dimanapun anda berada, ayo mulai sekarang kita perbaiki kualitas ibadah kita, dan selalu bertaubat saat kita tergelincir oleh dosa, jangan pernah berfikir bahwa Allah tidak akan ampuni dosa kita, karena Allah ﷻ  berfirman

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً

“Katakanlah (wahai Muhammad) ‘wahai hamba-hamba Ku yang aniaya atas dirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah ampuni setiap dosa semuanya” QS. az Zumar 53

Selama kesempatan masih ada, janganlah kita sia-siakan ikhwan

Washallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin

السلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته

21 September 2019/ 21 Muharram 1441H

Ma’had Tarbiyah Insan Bekasi,

Thariq Aziz al Ahwadzy

Daftar Pustaka

  1. al Qur’an al Karim (quran.kemenag.go.id)
  2. Sunan Abu Daud (Syaikh ar Rajihi Project)
  3. Fatwa Syaikh Shalih al Munajjid rahimahullah
  4. Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah
  5. Fatwa Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Agustus 26, 2020

    […] Shalat Taubat Bagaimana Itu […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: