السَّلام عَليكُم و رَحمَةُ اللهِ و بَركَاته
Bismillah wal hamdulillah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man saara ‘alaa nahjihi ilaa yaumil qiyamah, amma ba’du
Muhammad bin Abdillah bin Abdil Mutthalib bin Hasyim al Qurasy shalawaatullahi wa salaamuhu ‘alaihi Rasulullah utusan Allah dan Nabi terakhir dimuka bumi, diutus untuk semua makhluk, membawa kabar gembira dan kedamaian, membawa peringatan dan teguran agar manusia dan jin berada dijalan yang benar diatas petunjukNya, dari kegelapan kebodohan menuju cahaya keimanan
Beliau amat mencintai ummatnya, dan amatlah menyayangi mereka, semua ummatnya, baik yang hidup bersamanya maupun yang tidak pernah bertemu dengannya.
Sungguh benar firman Allah ﷻ
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ – ١٢٨
“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”
Rasulullah ﷺ diutus sebagai rahmat bagi manusia seluruhnya, amat sayang dan mencintai ummatnya, namun sayang ummatnya banyak yang meninggalkan ajarannya
Baca Juga : Jalan Hidup Seorang Muslim
Beliau ﷺ bersabda
مَثَلي و مَثَلُكُم كَمَثَلِ رجُلٍ أَوقدَ نَاراً وَ أخَذَ الجنَادِبُ و الفَراش يَقعنَ فِيهَا وَ هوَ يَذُبُّهُنَّ عَنهَا وَ أَنَا آخِذٌ بِحُجَزكُم وَ أنتُم تَفلَّتونَ من يَدي
“Permisalan antara diriku dengan kalian, bagaikan seorang yang menyalakan api, sedangkan serangga-serangga dan laron yang beterbangan menjatuhkan dirinya ke dalam api tersebut lalu dia menghalangi serangga-serangga tadi masuk kedalam api (dengan tanganya) sedangkan aku menahan kalian (dari api kesesatan) namun kalian terlepas dari pegangan erat tanganku” HR. Muslim 2285
Rasulullah ﷺ begitu mencintai ummatnya, beliau rela dicela , dicerca, dilempar kotoran demi berdakwah kepada manusia, demi menunjukan jalan kebenaran kepada ummatnya, dilempari batu hingga berlumuran darah beliau tetap mendoakan kebaikan kepada mereka yang melempar, agar Allah jadikan negerinya negeri islam, beliau tidaklah ingin ada satupun dari ummatnya yang tersesat dalam menempuh jalan kehidupan, maka banyak sekali wasiat yang beliau sampaikan untuk ummatnya, dengan penuh kasih sayang dan cinta tentunya, salah satunya adalah apa yang akan kita sampaikan di akhir tulisan ini


Komentar