Sunnah Dihari yang Penuh Berkah


السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

Bismillahi walhamdulillahi wasshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillahi Muhammad bin Abdillah, wa ‘alaa aalihi washahbihi wa man saara ‘alaa nahjihi ilaa yaumil qiyaamah, amma ba’du

Hari jum’at adalah hari yang penuh berkah, hari yang paling afdhal dan yang paling utama disisi Allah ﷻ, hanya hari jum’at lah yang Allah sebutkan didalam al Qur’an selain hari sabtu, dan hanya hari jum’at lah hari yang menjadi nama sebuah surat dalam al Qur’an, Rasulullah ﷺ bersabda tentang hari jum’at

لَا تَطلُعُ الشَمسُ وَ لَا تَغرُبُ عَلَى يَومٍ أَفضَلُ مِن يَومِ الجُمُعَةِ

“Tiada hari yang matahari terbit dan terbenam padanya yang lebih utama dari hari jum’at” HR. Ahmad 7687

Dan Allah ﷺ juga bersumpah dengannya sebagaimana dalam firmannya

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ (2) وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ (3)

“Demi hari yang dijanjikan -2- Demi hari syahid dan masyhud -3-“ Qs. Al Buruj 2-3

Abu Hurairah berkata tentang ayat ini : ”Hari yang dijanjikan adalah hari kiamat, hari yang syahid adalah hari Jum’at, hari yang masyhud adalah hari Arafah”

Dan rasulullah ﷺ juga menyebutkan dalam sabda beliau yang lain tentang keutamaan hari Jum’at

خَيرُ يَومٍ طَلَعَت عَلَيهِ الشَّمسُ يَومُ الجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ و فِيهِ أُدخِلَ الجَنَّةَ وَ فِيهِ أُخرِجَ مِنهَا وَ فِيهِ تِيبَ عَلَيهِ وَ فِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ وَ مَا مِن دَابَّةٍ إِلَّا وَ هِيَ يَومُ الجُمُعَةِ مَصِيخَةٌ حَتَّى تَطلُعَ الشَمسُ شَفَقًا يَومَ القِيَامَةِ وَ فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا مُؤمِنٌ وَهُوَ (قَائِمٌ) يُصَلِّي فَيَسأَلُ اللهَ فِيهِ شَيئًا إِلَّا أعطَاهُ إِيَّها

“Sebaik-baik hari matahari terbit padanya yaitu hari jum’at, pada hari tersebut nabi Adam diciptakan, pada hari tersebut juga beliau masuk ke surga, pada hari tersebut juga beliau dikeluarkan dari surga, pada hari tersebut juga taubat beliau diampuni oleh Allah, pada hari tersebut juga Hari Kiamat (kelak) akan terjadi, tiada makhluk pun yang berada dalam penantian dan kekhawatiran terhadap hari kiamat melainkan pada hari jum’at hingga matahari terbit padanya , pada hari tersebut juga ada waktu yang (apabila) seorang Mukmin mendapatinya (dalam keadaan) berdiri untuk shalat, kemudian dia meminta dan berdoa kepada Allah, niscaya Allah akan berikan apa yang dia minta” HR. Abu Daud 1046

Hari jum’at adalah hari yang mulia, hari jum’at adalah hari rayanya kaum muslimin, sebagaimana yang telah kami paparkan sebelumnya, maka saudaraku seiman, dihari yang mulia ini, kita harus menyikapinya dengan sikap yang berbeda dari hari-hari lainnya, yang mana dihari Jum’at ini ada beberapa amalan khusus selain shalat jum’at yang telah kita ketahui bersama, amalan yang telah kami himpun agar kita semua mengamalkannya dan menjadi pengikut setia Rasulullah ﷺ hingga kita berkumpul di haudnya, aamiin

  1. Memperbanyak Shalawat Kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ

Memperbanyak shalawat kepada baginda nabi kita Muhammad bin Abdillah ﷺ di hari jum’at adalah sebuah amalan sunnah yang Rasulullah ﷺ sendiri anjurkan pada ummatnya dalam sebuah riwayat

Dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Rasulullah ﷺ bersabda

إِنَّ مِن أَفضَلِ أَيَّامِكُم يَومُ الجُمُعَة فِيهِ خُلقَ آدَمُ و فِيهِ النَّفخَةُ و فِيهِ الصَّعقَة فَأَكثِرُوا عَلَيَّ صَلاةً فَإِنَّ صَلَاتَكُم مَعرُضَةٌ عَلَيَّ

“Sesungguhnya hari terbaik kalian dari hari-hari lainnya adalah hari jum’at, dihari itu Adam diciptakan, dihari itu tiupan sangkakala pertama (yang dimatikan padanya semua makhluk dialam semesta ini yang Allah kehendaki) maka perbanyaklah shalawat kepadaku, karena shalawat kalian akan sampai ke hadapanku” HR. Abu Daud 1047 dengan sanad yang shahih

Dan diantara bentuk shalawat kepada Rasulullah ﷺ ada yang disyariatkan berdasar hadits nabi ﷺ atau kesepakatan ulama yang tidak ada unsur syirik dan ghuluw terhadap beliau ﷺ karena beliau sendiri yang melarang ummatnya berlebihan memuji dan mengagungkan beliau sebagaimana kaum nashrani mengagungkan Nabi Isa ‘alaihissalaam hingga derajat ketuhanan sebagaimana firman Allah ﷻ

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya” Qs. an Nisaa’ 171

Dan firman Allah ﷻ juga

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

“Sungguh telah kafir mereka yang berkata Allah itu adalah almasih (isa) bin Maryam” Qs. al Ma’idah 72

Dan Rasulullah ﷺ juga memperingatkan kita agar tidak berlebihan kepadanya sebagaimana sabda beliau

لَاتَطرُونِي كَمَا أَطرَتِ النَّصَارَى ابنَ مَريَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبدُ اللهِ فَقُولُوا عَبدُ اللهِ وَ رَسُولُهُ

“Janganlah kalian berlebihan kepadaku seperti kaum nashrani berlebihan kepada Nabi Isa bin Maryam sesungguhnya aku hanyalah hamba Allah, maka katakanlah Hamba Allah dan RasulNya” HR. Bukhari 3445 dan Ahmad 154

Diantara shalawat yang disyariatkan kepada beliau adalah

  • Shalawat Ibrahimiyyah

اللّهُم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيتَ عَلى إِبراهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبرَاهِيمَ و بَارك عَلَى مُحَمَّد وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكتَ عَلى إِبراهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ

“Yaa Allah curahkanlah kepada nabi Muhammad shalawat serta kepada ummatnya, sebagaimana Engkau curahkan shalawat kepada nabi Ibrahim dan ummatnya dan berkahilah beliau dan ummatnya sebagaimana Engkau berkahi nabi Ibrahim dan ummatnya sesungguhnya Engkau maha terpuji dan maha mulia ” HR. An Nasaa’i 1286

  • Shalawat lainnya

صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ (Shallallahu ‘alaihi wasallam) dan عَلَيْهِ الصّلاَةُ وَالسَّلاَم (‘alaihisshalaatu wassalaam) shalawat seperti ini sering kita dapati dalam kitab-kitab para ulama dan kitab-kitab hadits lainnya, yang mana menggabungkan Shalawat dan Salam adalah sebuah kebaikan yang utama

  • Dan berbagai bentuk shalawat lainnya yang tidak mengandung unsur ghuluw dan syirik
  1. Membaca Surat al Kahfi di Malam Jum’at

Membaca surat al kahfi di malam jum’at adalah sebuah amalan sunnah yang Rasulullah ﷺ ajarkan pada ummatnya sebagaimana sabda beliau ﷺ

مَن قَرَأَ سُورَةَ الكَهفِ لَيلَةَ الجُمُعةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَينَهُ وَ بَينَ البَيتِ العَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat al Kahfi pada malam jum’at maka akan dianugerahkan cahaya padanya diantara dirinya dengan baitul ‘atiq (Ka’bah al Musyarrafah)” HR. Ad Daarimi 3450 dengan sanad yang shahih

Lalu apakah membaca surat al kahfi pada siang hari jum’at tidak termasuk dari keutamaan yang disebutkan dalam hadits diatas?

Dalam hadits lain disebutkan pula

مَن قَرَأَ سُورَةَ الكَهفِ فِي يَومِ الجُمُعَة أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُورِ مَا بَينَ الجُمُعَتَينِ

“Barangsiapa yang membaca surat al Kahfi pada hari jum’at, dianugerahkan padanya cahaya diantara dua hari jum’at” HR. al Baihaqi dan an Nasaa’i yang dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam shaahihul jaami’ no. 6470

Jadi membaca surat al Kahfi adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ kepada Ummatnya baik dimalam maupun siang hari jum’at

  1. Membaca Surat as Sajdah dan al Insan di shalat shubuh hari jum’at

Membaca surat as Sajdah dan al Insan di shalat shubuh khusus yang imam saat berjama’ah, sebagaimana sebuah hadits yang shahih diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu “Bahwasanya Rasulullah ﷺ dahulu membaca di shalat shubuh hari jum’at Alif laam miim tanziil (surat as Sajdah) di raka’at pertama dan Hal ataa ‘alal insaani hiinun minad dahri lam yakun syaian madzkuuraa (surat al Insan) di rakaat kedua” Muttafaqun ‘alaihi

  1. Mandi Wajib dihari Jum’at

Mandi di hari jum’at sebelum berangkat shalat jum’at hukumnya wajib menurut jumhur ‘ulama, ini pendapat yang paling banyak diambil oleh para ulama, diantaranya syaikh Abu Malik Kamal rahimahullah dalam kitabnya Shahih Fiqh Sunnah, berdasarkan beberapa dalil, diantaranya hadits yang diriwayatkan dari sahabat yang mulia Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu secara marfu’

الغُسلُ يَومَ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحتَلِمٍ وَ السِّوَاك

“Mandi pada hari jum’at adalah wajib atas setiap (muslim) yang telah baligh, dan bersiwak…” HR. an Nasaa’i 1375

Dan hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ فَليَغتَسِل

“Jika kalian memasuki hari jum’at maka mandilah” HR. Bukhari 877

  1. Menggunakan Parfum saat hendak berangkat shalat jum’at

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

لَا يَغتَسِلُ الرَّجُلُ يَومَ الجُمُعَةِ وَ يَتَطَهَّرُ بِمَا استَطَاعَ مِن طُهرٍ وَ يُدَهِّنُ مِن دُهنِهِ أَو يَمُسُّ مِن طِيبِ بَيتِهِ ثُمَّ يَرُوحُ فَلَم يُفَرِّق بَينَ اثنَينِ ثُمَّ صَلَّى مَا كُتِبَ لَهُ وَ يُنصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَينَهُ وَ بَينَ الجُمُعَةِ الأُخرَى

“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan ke Jum’at berikutnya” HR. Ahmad 23725

  1. Menjauhi sesuatu yang menimbulkan bau badan

Menjauhi dari sesuatu makanan maupun pakaian yang digunakan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu sekitar kita, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

مَن أَكَلَ البَصلَ وَ الثَومَ وَ الكُرَّاثَ فَلَا يَقرَبَنَّ مَسجِدَنَا فَإِنَّ المَلَائِكَةَ تَتَأَذَّ مِمَّا يَتَأَذَّ مِنهُ بَنُو آدَمَ

“Barangsiapa yang makan bawang bombai, bawang putih, bawang prei (asparagus) maka jangan mendekati masjid kami (untuk shalat) karena sesungguhnya malaikat terganggu sebagaimana bani adam (manusia) terganggu olehnya” HR. Muslim 564

  1. Bersiwak

Bersiwak atau menyikat gigi dengan siwak adalah sunnah yang dilakukan setiap sebelum shalat, lebih khusus lagi di hari jum’at sebelum shalat jum’at sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari sahabat yang mulia Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu secara marfu’

الغُسلُ يَومَ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحتَلِمٍ وَ السِّوَاك

“Mandi pada hari jum’at adalah wajib atas setiap (muslim) yang telah baligh, dan bersiwak…” HR. an Nasaa’i 1375

  1. Menggunakan pakaian terbaik dan disunnahkan berwarna putih

Menggunakan pakaian terbaik saat shalat jum’at adalah sunnah, pakaian terbaik tidak harus baru dan mahal, namun pakaian yang paling bersih dan baik (keadaannya) yang kita miliki, dan sebaik-baiknya pakaian adalah pakaian berwarna putih sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

مَن اغتَسَلَ يَومَ الجُمُعَةِ وَ لَبِسَ مِن أَحسَنِ ثِيَابِهِ …… كَانَت كَفَّارةٌ لِمَا بَينَهَا وَ بَينَ الجُمُعَةِ الَّتِي قَبلَهَا

“Barangsiapa yang mandi di hari jum’at dan menggunakan pakaiannya yang terbaik ……. maka itu adalah kaffarah diantara hari jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya” HR. Abu Daud 343 hadits ini hasan

Dan Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa baju putihlah baju terbaik ummat ini dalam sabda beliau ﷺ

البَسُوا مِن ثِيَابِكُمُ البَيَاضِ فَإِنَّهَا خَيرُ ثِيَابِكُم وَ كَفِّنُوا فِيهَا مَوتَاكُم

“Pakailah baju kalian yang berwarna putih, karena (baju) putih itu baju terbaik kalian, dan kafanilah mayat-mayat kalian dengan (kain) putih” HR. at Tirmidzi 994 dan Abu Daud 3878

  1. Berdoa diwaktu-waktu mustajab

Dihari jum’at ada waktu khusus padanya, yang mana tidaklah seorang Muslim berdoa di saat itu kecuali Allah ijabah doanya (sesuai kehendakNya) sebagaimana sabda rasulullah ﷺ

وَ فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُصَادِفُهَا مُؤمِنٌ وَهُوَ (قَائِمٌ) يُصَلِّي فَيَسأَلُ اللهَ فِيهِ شَيئًا إِلَّا أعطَاهُ إِيَّها

”Dan padanya (hari jum’at) suatu waktu yang jika seorang Mukmin menemuinya sedangkan dia berdiri untuk shalat kemudian berdoa meminta kepada Allah sebuah permintaan kecuali Allah akan memberikannya””HR. Abu Daud 1046

Dan menurut pendapat yang paling rajih tentangnya adalah waktu setelah shalat ashar menjelang maghrib, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma Rasulullah ﷺ bersabda

فَالتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعدَ العَصرِ

“Maka carilah waktu tersebut di akhir waktu setelah (waktu) ashar” HR. Abu Daud 1048

Dan sabda beliau ﷺ

التَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرجَى فِي يَومِ الجُمُعَةِ بَعدَ العَصرِ إِلَى غَيبُوبَةِ الشَمسِ

“Carilah waktu yang dinanti itu pada hari jum’at, (pada) setelah ashar hingga terbenamnya matahari” HR. at Tirmidzi 489

Itu diantara amalan-amalan yang disunnahkan khusus di hari jum’at, yang telah kami himpun dari berbagai sumber, semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah dalam mengamalkannya

Washallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in

Thariq Aziz Alahwadzy

Bekasi, 18 Oktober 2019/18 Shafar 1441H

Ma’had Tarbiyah Insan Babakan Bekasi

Daftar Pustaka

  1. Al Qur’an al Karim
  2. Ahaadits an Nabawiyyah (ar Rajihi Android Project)
  3. Sayyid Salim, Syaikh Kamal. Shahih Fiqh Sunnah Wa Adillatuhu wa Taudih Madzaahib al Aimmah Jilid 1, Maktabah Taufiqiyah
  4. Web 1
  5. Web 2

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Juli 31, 2020

    […] Sunnah di hari yang penuh berkah […]

  2. September 15, 2020

    […] Sunnah Dihari yang Penuh Berkah […]

  3. September 25, 2020

    […] HR. Ad Daarimi 3450 dengan sanad yang shahih […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: