Terbukannya Pintu Kenikmatan

Daftar Isi


السَلام عَليكُم و رَحمَة الله و بركَاته

Bismillah wal hamdulillah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man saara ‘alaa nahjihi ilaa yaumil qiyamah, amma ba’du

Rasulullah ﷺ amat sangat mencintai ummatnya. Sungguh kekhawatiran beliau jika ummatnya tersesat amatlah sangat

Baca Juga : Rasulullah ﷺ Amat Mencintai Ummatnya

Salah satu yang beliau takutkan atas ummatnya, adalah apa yang beliau sampaikan dalam sebuah sabdanya

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيكُم مِن بَعدِي مَا يُفتَحُ لَكُم مِن زَهرَةِ الدُنيَا وَ زِينَتِهَا

“Sesungguhnya apa yang aku khawatirkan atas kalian setelah (ku) apa yang dibukakan kepada kalian dari indahnya dunia dan perhiasannya”

HR. Bukhari 1465 dan Muslim 1052

Sungguh kekhawatiran beliau bukanlah hal yang bisa dianggap ringan, karena apa yang beliau khawatirkan membawa kepada kerusakan agama dan akhlak ummatnya, yang menjadikan banyak dari ummatnya yang tersesat karena tertipu dengan perhiasan dunia dan keindahannya

Allah ﷻ mengabarkan tentang mereka yang tertipu dengan kenikmatan dunia yang dibukakan terhadap mereka

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ – ٤٤

Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa

–QS. Al An’am 44–

Sungguh amat tragis dan menyedihkan, tatkala banyak dari kita yang sudah mulai melupakan peringatan Allah dan Rasul Nya, kita terlena dengan nikmat dunia, padahal nikmat dunia adalah kesenangan yang menipu, Allah ﷻ berfirman

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ – ٢٠

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu

–Qs. Al Hadid 20–

Sungguh menipu, karena apa yang kita dapatkan hari tak akan pernah menemani kita hingga akhir nanti, semua akan lenyap, semua akan habis, semua akan sirna, gak ada paket unlimited yang tanpa batas kan?, semua akan habis setelah masa nya selesai, itulah hakikatnya dunia, jika kita terlena dalam dosa dan maksiat, maka kita habiskan kesempatan yang tidak bisa kita beli lagi, sekali datang maka tidak akan pernah kembali

Terhina Dihadapan Musuh Kita

Tatkala kita lemah, kita condong terhadap dunia, maka kita akan terhina, tersungkur jatuh dihadapan kaum kuffar, karena kita meninggalkan agama kita, agama yang menjadikan setiap pemeluknya kharisma dan wibawa yang sejati, namun saat kita berpaling dari keindahan islam, berpaling dari kemuliaan syariat, dan mementingkan kehidupan dunia dengan segala keindahan dan kemewahannya yang menipu, maka bersiaplah kita saksikan, yang kaya semakin durhaka dan yang miskin semakin menangis, negeri-negeri kaum muslimin terjajah oleh musuh, kemerdekaan saudara-saudara kita terenggut, kemuliaan islam ternodai, karena banyak dari kita yang meninggalkan syariat dan akhlak islam

Baca Juga : Beradab Sebelum Berilmu

Rasulullah ﷺ bersabda

إِذَا تَبايَعتُم بِالعينَة وَ أَخَذتُم أَذنابَ البَقَر وَ رَضِيتُم بِالزَرعِ وَ تَرَكتُمُ الجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيكُم ذُلًّا لَايَنزِعُهُ حَتَّى تَرجِعُوا إِلَى دِينِكُم

“Jika kalian bertransaksi dengan cara riba, dan kalian ambil ekor-ekor sapi, rela dengan pertanian (harta dunia), serta kalian tinggalkan jihad, niscaya Allah akan timpakan atas kalian kehinaan, tidak akan Allah angkat sampai kalian kembali ke agama kalian” HR. Abu Daud 3462

Saling Menumpahkan Darah

Cinta dunia dan tamak terhadapnya, adalah sebuah kerakusan yang merusak, semua akan dilakukan karena sifat kikir kita terhadap dunia, seolah tiada yang boleh menikmati keindahannya kecuali kita saja, bahkan banyak diantara kita yang menumpahkan darah saudara kita karena sebuah obsesi naif untuk menggapai dunia dengan egoisme

Baginda Rasulullah ﷺ bersabda

اتَّقُوا الظُّلمَ فَإِنَّ الظُّلمَ ظُلُمَاتٌ يَومَ القِيَامة وَ اتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهلَكَ مَن قَبلَكُم حَمَلَهُم أَن سَفَكُوا دِمَائَهُم وَ استَحَلُّوا مَحَارِمَهُم

“Jauhilah kezaliman, karena kezaliman itu adalah kegelapan di hari kiamat kelak, dan jauhilah sifat kikir, karena kekikiran itu telah membinasakan (ummat) sebelum kalian, (kikir) itu menjadikan mereka suka menumpahkan darah dan menghalalkan wanita-wanita mereka” HR. Muslim 2578

Menghalalkan Apa Yang Allah Haramkan

Tidak dapat dipungkiri, kalau kita memiliki hasrat yang tinggi terhadap dunia, banyak dari kita yang menghalalkan segala cara, tidak pandang halal haramnya lagi, bahkan yang miris, kalau ada yang memperingatkan tentang bahayanya riba, malah dianggap sebagai seorang ekstrimis, wahabi, bahkan ultra-konservatif, padahal Rasulullah ﷺ baginda dan panutan kita melarang kita sebagai ummatnya untuk melakukan hal-hal yang demikian, karena beliau ﷺ tahu bahwa akan hancurnya ummat ini jika mengikuti sistem kapitalis tersebut, namun karena kerakusan sebagian ummatnya, maka tidak heran jika banyak dari kita yang menganggap praktik riba, gharar dan lain sebagainya sebagai hal yang lumrah bahkan menjadi sebuah keharusan, wallahul musta’an, karena dunia, syariat pun dikorbankan

Rasulullah ﷺ bersabda

لَيَأتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي المَرءُ بِمَا أَخَذَ المَالَ, أَمِن حَلَالٍ أَم مِن حَرَامٍ

“Akan datang suatu masa, dimana manusia tidak memperdulikan darimana  dia mendapatkan harta, apakah dari (cara) yang halal atau yang haram” HR. Bukhari 2083

Solusinya

Sebagai seorang muslim, hamba Allah yang tunduk patuh terhadap Nya, yang mencintai rasulNya, maka lakukanlah setiap perintahNya dan jauhi segala laranganNya, itulah takwa.

Karena Rasulullah ﷺ mengarahkan kita untuk kembali kejalan agama kita, ke jalan yang beliau ajarkan, bukan jalan yang orang-orang anggap baik dari sisinya.

Semoga kita diberikan hidayah takwa dan istiqomah, agar kita bisa berjalan diatas kebenaran hingga hembusan nafas terakhir kita

Washallallahu ‘alaa nabiyyina muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam

Kamis, 03 Dzul Hijjah 1441H

Di Kota Bekasi

Akhukum fillah Thariq Aziz al Ahwadzy

Di sadur dari kitab “Yang Aku Khawatirkan Atas Umatku” Karya Abu Yahya Ustadz Badrussalam hafidzahullah

Referensi

  1. Alqur’an Alkarim
  2. Shahih Bukhari
  3. Shahih Muslim
  4. Sunan Abu Daud

Thariq Aziz al Ahwadzy

Thariq Aziz al Ahwadzy, seorang kelahiran kota Bekasi pada 21 Juli 2000, penuntut ilmu dan CEO Menjadi Muslim yaitu Platfrom untuk belajar bersama menjadi seorang muslim seutuhnya. Belajar dan belajar itulah jalan hidupnya

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Agustus 26, 2020

    […] Terbukanya Pintu Kenikmatan […]

  2. Agustus 26, 2020

    […] Terbukanya Pintu Kenikmatan […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: